Abaikan Reaksi Uni Eropa, Erdogan Curigai Keterlibatan Negara Lain Terlibat Upaya Kudeta

Peristiwa  KAMIS, 21 JULI 2016 , 09:09:00 WIB

Abaikan Reaksi Uni Eropa, Erdogan Curigai Keterlibatan Negara Lain Terlibat Upaya Kudeta
MBC. Sambil menyampingkan Uni Eropa, Presiden Recep Tayyip Erdogan bersikeras melaksanakan hukuman mati bagi komplotan yang berusaha mengkudeta pemerintahannya pada 15 Juli lalu.

Pemerintah Turki sempat menghapus hukuman mati pada 2004 untuk memuluskan perundingan negaranya masuk dalam keanggotaan Uni Eropa.

Rencana menerapkan kembali hukuman mati langsung mendapat reaksi keras dari negara-negara utama di Uni Eropa, salah satunya Jerman. Jurubicara pemerintahan Angela Merkel menyebut rencana Erdogan itu tidak proporsional. Jerman mendesak Erdogan tidak menghidupkan lagi aturan hukuman mati. Jika Turki tetap melakukannya, semakin besar kemungkinan mereka gagal menjadi bagian Uni Eropa (UE)

Dalam wawancara terbaru dengan Al Jazeera di Ankara, Erdogan tampak tidak peduli dengan ancaman UE. Ia tegaskan, hukuman mati akan dilaksanakan hanya dengan persetujuan parlemen Turki.

"Dunia ini tidak hanya dengan Uni Eropa. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Rusia dan China, mereka semua menerapkan hukuman mati. Ini adalah hak orang-orang Turki dan parlemen untuk memutuskan hukuman mati atau tidak," ujar Erdogan.


Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

Bersih-Bersih Sungai

Bersih-Bersih Sungai

SELASA, 25 JUNI 2019 , 13:15:00

Pelantikan Siswa SMAN 1 Plus Matauli

Pelantikan Siswa SMAN 1 Plus Matauli

RABU, 24 JULI 2019 , 17:41:00

Prabowo Diantara Megawati dan Puan

Prabowo Diantara Megawati dan Puan

RABU, 24 JULI 2019 , 15:31:00