Beginilah Hasil Uji Laboratorium Terakhir Air Limbah Tambang Emas Martabe di Batangtoru

Rumah Kaca  RABU, 31 MEI 2017 , 18:18:00 WIB | LAPORAN: ROBEDO GUSTI

Beginilah Hasil Uji Laboratorium Terakhir Air Limbah Tambang Emas Martabe di Batangtoru
RMOLSumut. PT Agincourt Resources sebagai pengelola Tambang Emas Martabe konsisten mewujudnyatakan komitmennya untuk transparansi pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Salah satunya dengan menggelar diseminasi dan sosialisasi hasil uji laboraturium air sisa proses yang dialirkan ke Sungai Batangtoru. Pada tahun ini, diseminasi dan sosialisasi hasil uji laboraturium air sisa proses dan air Sungai Batangtoru dilakukan pada Selasa, 30 Mei 2017 di Terminal Martabe, Tambang Emas Martabe.
Kegiatan diseminasi dan sosialisasi ini rutin dilakukan. Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara No.188.44/492/KPTS/2015 mengenai Tim Terpadu Pemantau Kualitas Air Limbah Tambang Emas Martabe PT Agincourt Resources ke Sungai Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan. Ini merupakan kali kedua pelaksanaan diseminasi dan sosialisasi setelah pada Oktober 2016.

Pada kegiatan ini disampaikan hasil evaluasi oleh Divisi Tim Terpadu,  dan hasil pengambilan sampel air sisa proses dari Sungai Batangtoru pada April 2017. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 100 orang yakni para anggota Divisi Sampling dan Evaluasi Tim Terpadu, SKPD Tapanuli Selatan seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perikanan, Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Kesehatan dan masyarakat di sekitar tambang. Selain itu, hadir pula Camat Batangtoru, Kapolsek Batangtoru, Danramil Batangtoru dan perwakilan Lembaga Konsultasi Masyarakat Martabe (LKMM).

Presiden Direktur PT Agincourt Resources Tim Duffy menyebutkan, pihaknya secara rutin, minimal 6 bulan sekali melakukan diseminasi dan sosialisasi hasil uji laboraturium dan evaluasi terhadap kualitas air sisa proses tambang dengan melibatkan masyarakat dan berbagai pihak terkait lainnya.

"Sejak Tambang Emas Martabe beroperasi secara komersial, manajemen memberikan perhatian khusus terhadap pengelolaan lingkungan, terutama pada kualitas air sisa proses ke Sungai Batangtoru. Kami meyakini dengan pelaksanaan diseminasi dan sosialisasi ini, masyarakat dapat mengetahui yang kami dan Tim Terpadu selama ini lakukan. Hasilnya ujinya juga dapat menjadi barometer kepercayaan masyarakat terhadap komitmen kami selama ini," jelas Tim Duffy, Rabu (31/5/2017).

Ketua Tim Terpadu Pemantau Kualitas Air Limbah Tambang Emas Martabe Ir. H. Aswin Effendi Siregar, MM mengapresiasi komitmen Agincourt Resources tersebut. Dia meminta perusahaan dapat terus menjaga lingkungan, terutama di desa-desa lingkar tambang.

"Masyarakat harus mengikuti dan meminta hasil uji bagaimana air sisa proses tambang ini. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan dan membangun Tapanuli Selatan," ungkapnya.

Berdasarkan evaluasi hasil uji laboraturium, Divisi Evaluasi Tim Terpadu menyimpulkan kualitas limbah cair Tambang Emas Martabe memenuhi baku mutu yang tercantum dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No.202/2004, dan kualitas air Sungai Batangtoru memenuhi baku mutu yang ada dalam Peraturan Pemerintah No.82/2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air Kelas II.

Sebagai sungai Kelas II, sesuai dengan pasal 8 ayat (b) PP No.82/2001 disebutkan, Air yang peruntukannya dapat digunakan untuk prasana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut”.

Adapun, parameter air yang dianalisis diantaranya tingkat keasaman air (pH), Total Suspended Solids (TSS), kadmium (Cd), kromium (Cr), merkuri (Hg), nikel (Ni), sianida (CN), arsen (As), tembaga (Cu), timbal (Pb), dan seng (Zn).

Lokasi pengambilan sampel air dimulai pada titik ujung masuk pipa air sisa proses (inlet) dan ujung keluar pipa air sisa proses (outlet), Sungai Batangtoru pada 500 meter sebelum titik pelepasan air, titik percampuran air sisa proses dan air Sungai Batangtoru (outfall), serta 500 meter, 1.000 meter, 2.000 meter, dan 3.000 meter setelah pelepasan air.[rgu]


Komentar Pembaca
Kampanye Pelestarian Hutan Lewat Kopi

Kampanye Pelestarian Hutan Lewat Kopi

SENIN, 11 DESEMBER 2017

Aku Iri

Aku Iri

JUM'AT, 08 DESEMBER 2017

Alam Tak Pernah Memberi Bencana

Alam Tak Pernah Memberi Bencana

SELASA, 05 DESEMBER 2017

Membudayakan Mental Inklusif

Membudayakan Mental Inklusif

SENIN, 04 DESEMBER 2017

Matahari Yang Hilang

Matahari Yang Hilang

MINGGU, 26 NOVEMBER 2017

Kopi Jadi Primadona Expo Aksis TFCA Sumatera 2017
Jika Langgar Aturan, Jangan Harap Ada DWP Lagi!

Jika Langgar Aturan, Jangan Harap Ada DWP Lagi!

JUM'AT, 15 DESEMBER 2017 , 15:00:00

Kemendikbud Revisi Buku Soal Ibu Kota Israel

Kemendikbud Revisi Buku Soal Ibu Kota Israel

JUM'AT, 15 DESEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Banjir, Anies Lebih Keren Dari Ahok

Soal Banjir, Anies Lebih Keren Dari Ahok

KAMIS, 14 DESEMBER 2017 , 17:00:00

Ucapan Selamat Tahun Baru 2018

Ucapan Selamat Tahun Baru 2018

JUM'AT, 08 DESEMBER 2017 , 11:37:00

Effendi Simbolon di Warkop Siantar

Effendi Simbolon di Warkop Siantar

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 16:55:00

Press Conference AKSIS 2017

Press Conference AKSIS 2017

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 17:19:00