Sejarah dan Kemegahan Masjid Raya Binjai

Budaya  SABTU, 10 JUNI 2017 , 16:28:00 WIB | LAPORAN: PUTRA

Sejarah dan Kemegahan Masjid Raya Binjai
RMOLSumut. Mesjid Raya Kota Binjai yang terletak di Jalan Wahid Hasyim, Kecamatan Kota Binjai, terlihat sangat megah dan selalu ramai di kunjungi umat muslim.
Masjid yang berada di kawasan Pasar Tavip ini, dibangun oleh Sultan Langkat Tuanku Sultan Haji Musa Al Khalid Al Mahadiah Muazaam Shah pada tahun 1887, dan pertama kali dipergunakan pada tahun 1890 dan diresmikan oleh putranya Tuanku Sultan Abdul Jalil Rahmat Shah.

Pembangunan masjid ini lebih dulu dimulai 12 tahun dibandingkan masjid Azizi yang berada di Tanjung Pura, namun Pembangunnya sama sama membutuhkan waktu tiga tahun.

Mesjid Raya Binjai berdiri di atas lahan kurang lebih 1000 meter persegi. Sejak berdiri, mesjid ini sudah beberapa kali melakukan renovasi, khususnya di bagian timur dan selatan dibangun teras untuk menambah daya tampung pengunjung mesjid.

Sekretaris Mesjid Raya Binjai, Haji Usman mengatakan dari empat kubah masjid yang menghiasi atap mesjid, kubah utamanya sudah berganti warna. Sedangkan sisanya masih berwarna hijau sesuai dengan warna aslinya.

"Kubah utamanya sudah dilapisi stainless steell sehingga menjadi warna perak. Sengaja ditutup karena sudah bocor, namun kita tidak merubah bentuk, hanya membalutnya," kata pemilik toko perabotan ini, Sabtu (10/6).

Usman mengatakan, walaupun kubah dan beberapa bagian mesjid sudah direnovasi, namun tidak pada bagian tiang utama. Tiang yang dicat putih tersebut belum diganti sejak mesjid berdiri.

"Kayunya keras sekali sudah mirip besi," katanya.

Di dalam mesjid terdapat mimbar yang memiliki tinggi sekitar 1,5 meter. Berwarna kombinasi putih, kuning dan hijau, keberadaanya dianggap sama tuanya dengan mesjid raya.

"Ini kayunya kayu jati. Tapi saya tidak tau asal mimbar ini," katanya.

Harun mengatakan, ada beberapa keunikan mesjid ini dengan mesjid lainnya yang ada di Sumatera Utara. Menurutnya, setiap tahun mesjid ini kerap dikunjungi oleh jamaah asal luar negeri.

"Mereka berasal dari Malaysia, Singapura dan Mesir. Bahkan saat perayaan idul fitri tahun lalu, imamnya orang mesir," katanya.

Menurutnya, hampir setiap tahun puluhan jamaah asal tiga negara itu selalu mengunjungi mesjid raya. Alasannya mereka suka beribadah di mesjid yang memiliki usia tua.

"Biasanya mereka juga berkunjung ke mesjid Azizi dan mesjid tua lainnya," katanya.[rgu]


Komentar Pembaca
Jika Langgar Aturan, Jangan Harap Ada DWP Lagi!

Jika Langgar Aturan, Jangan Harap Ada DWP Lagi!

JUM'AT, 15 DESEMBER 2017 , 15:00:00

Kemendikbud Revisi Buku Soal Ibu Kota Israel

Kemendikbud Revisi Buku Soal Ibu Kota Israel

JUM'AT, 15 DESEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Banjir, Anies Lebih Keren Dari Ahok

Soal Banjir, Anies Lebih Keren Dari Ahok

KAMIS, 14 DESEMBER 2017 , 17:00:00

Ucapan Selamat Tahun Baru 2018

Ucapan Selamat Tahun Baru 2018

JUM'AT, 08 DESEMBER 2017 , 11:37:00

Effendi Simbolon di Warkop Siantar

Effendi Simbolon di Warkop Siantar

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 16:55:00

Press Conference AKSIS 2017

Press Conference AKSIS 2017

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 17:19:00