Kasus Predator Sex Bocah

LPA Anak Petisah Minta Orang Tua Lebih Ketat Mengawasi Anak

OPINI  KAMIS, 15 JUNI 2017 , 07:21:00 WIB | LAPORAN: ROBEDO GUSTI

LPA Anak Petisah Minta Orang Tua Lebih Ketat Mengawasi Anak

Predator Sex/RMOLSumut

RMOLSumut. Kasus pencabulan yang dilakukakan tersangka A (19) kepada beberapa bocah dibawah umur disebut-sebut mempunyai kelainan mental, ternyata bukanlah kelainan mental. Tersangka A melakukan pencabulan karena berfantasi dengan adegan film porno yang kerap ditontonnya.
Hal ini terungkap saat tersangka mengatakan mengikat tangan korban terakhirnya ketika melakukan pencabulan. Dirumah pelaku berada di Jalan Cinta Karya, Gang Karoja, Medan Polonia, korban yang sudah pada posisi tangan terikat dibelakang, kemudian pelaku memainkan kemaluan korban.

"Sampai dirumah, aku mengunci rumah tersebut dan menyuruh JS untuk bersender ke dinding. Aku mengikat tangannya kearah belakang. Dengan posisi seperti itu, aku memainkan kemaluannya," kata A kepada Posmetro, Rabu (14/6).

Pelaku mengatakan saat itu korban tidak berontak karena diiming-imingi akan diberikan uang setelah menuruti apa yang disuruh tersangka. Tak hanya uang, tersangka membuatkan mainan yang terbuat dari bambu kepada korban.

"Kemudian setelah selesai, aku kasih uang Rp.5000 kepada JS dan memberikan mainan (Tulup)," bebernya.

Menanggapi hal ini Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Medan Petisah, Aminoer Rasyid mengatakan, hal yang diperbuat tersangka bisa menyebabkan efek psikis kepada korbannya. Dikatakannya tersangka saat ini merupakan pemangsa, karena mendapati korban lebih dari satu orang.

"Ya itu sama aja,  efek dari perbuatan nya itu yang membuat psikis anak-anak menjadi terganggu, dan berdampak pada mental si korban. Pelaku melakukan hal itu kepada empat anak, kalau sudah lebih dari satu korban berarti kan itu Predator," jelas Rasyid.

Selain itu, Rasyid menjelesakan, kejadiaan ini menunjukkan adanya kurang pengawasan dari orang dewasa. Rasyid menghimbau kepada orang tua kejadian ini, bisa menjadi contoh agar orang tua bisa bersikap bijaksana kepada anaknya.

"Orangtua juga harus mengawasi anak anaknya, dengan memperhatikan setiap perkembangan sikap anak tersebut.  Dan selayaknya orangtua dapat juga memberikan pelajaran agama," pungkasnya.[rgu]


Komentar Pembaca
AHY Kandidat Terkuat Demokrat

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

JUM'AT, 20 OKTOBER 2017 , 20:00:00

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

JUM'AT, 20 OKTOBER 2017 , 18:00:00

Prabowo Dinasihatin Agung Laksono

Prabowo Dinasihatin Agung Laksono

JUM'AT, 20 OKTOBER 2017 , 16:00:00

SK Cagub Golkar

SK Cagub Golkar

SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 , 16:11:00

Parkir Sembarangan

Parkir Sembarangan

KAMIS, 24 AGUSTUS 2017 , 18:13:00

Korban Puting Beliung Tuntungan

Korban Puting Beliung Tuntungan

JUM'AT, 25 AGUSTUS 2017 , 12:56:00