Polisi Gunakan Strategi Khusus Tangkap Rizieq

Peristiwa  SABTU, 17 JUNI 2017 , 12:38:00 WIB | LAPORAN: ROBEDO GUSTI

Polisi Gunakan Strategi Khusus Tangkap Rizieq

Foto/Net

RMOLSumut. Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan mengklaim telah menyiapkan strategi untuk menangkap pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.
Cara yang disiapkan pernah digunakan saat menjemput tersangka kasus korupsi pajak Gayus Tambunan di Singapura beberapa tahun lalu.

"Seperti Gayus Tambunan waktu saya jemput itu. Nah kita masih kaji itu, mana yang terbaik nanti. Masih ada waktu kan," ujar Iriawan di Kalibata, Jakarta, Jumat (16/6).

Salah satunya, mengajukan permohonan pencabutan paspor milik Rizieq ke Ditjen Imigrasi. Setelah itu, imigrasi mencabut dan dikeluarkan satu SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor).

"Pencabutan paspor nanti kita ajukan ke Imigrasi. Imigrasi mencabut dan dikeluarkan satu SPLP," terang Iriawan.

Selain mencabut paspor, polisi juga bisa mengajukan permohonan penerbitan blue notice ke Interpol. Meski bukan untuk menangkap, langkah itu dilakukan untuk mengetahui dan melokalisir keberadaan Rizieq di luar negeri.

"Ada blue notice, kita pikirkan itu. Ada cara lain juga namanya police to police, kerja sama antara kepolisian Indonesia dengan Saudi Arabia. Nah itu ada," jelas Iriawan.

Namun, sejumlah alternatif itu masih dikaji di internal penyidik untuk mencari mana yang dianggap paling efektif untuk memulangkan Rizieq ke Tanah Air.

Imam Besar FPI itu tersandung kasus pornografi berupa chat porno dengan muridnya Firza Husein. Kasus mencuat pada akhir Januari 2017. Polisi telah menetapkan Rizieq dan Firza sebagai tersangka. Rizieq yang tak kunjung menampakkan batang hidungnya pasca penetapan status tersangka itu pun masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atau buronan.

Rizieq dijerat pasal 4 ayat 1 junto pasal 29 dan atau pasal 6 junto pasal 32 dan atau pasal 9 junto pasal 35 UU 44/2008 tentang Pornografi. Sementara Firza dijerat pasal 4 ayat 1 junto pasal 29 dan atau pasal 6 junto pasal 32 dan atau pasal 8 junto pasal 34 UU 44/2008 tentang Pornografi. Keduanya terancam hukuman di atas lima tahun penjara.[rgu/rmol]


Komentar Pembaca
Mahfud MD - Belajar dari Gusdur (Part 5)

Mahfud MD - Belajar dari Gusdur (Part 5)

MINGGU, 17 DESEMBER 2017 , 19:00:00

Liburan Seru dengan Angkutan Umum

Liburan Seru dengan Angkutan Umum

SABTU, 16 DESEMBER 2017 , 09:00:00

Fahri Siap Lawan Elite PKS

Fahri Siap Lawan Elite PKS

JUM'AT, 15 DESEMBER 2017 , 21:00:00

Ucapan Selamat Tahun Baru 2018

Ucapan Selamat Tahun Baru 2018

JUM'AT, 08 DESEMBER 2017 , 11:37:00

Effendi Simbolon di Warkop Siantar

Effendi Simbolon di Warkop Siantar

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 16:55:00

Press Conference AKSIS 2017

Press Conference AKSIS 2017

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 17:19:00