Gatot Banyak Bantu Jokowi, Kok Malah Dicopot?

Politik  JUM'AT, 07 JULI 2017 , 13:35:00 WIB

Gatot Banyak Bantu Jokowi, Kok Malah Dicopot?
RMOLSumut. Akan terasa tidak lazim jika Presiden Joko Widodo mencopot Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dari jabatan Panglima TNI di tengah jalan. Gatot dianggap tidak pernah melakukan kesalahan fatal yang membuatnya pantas diganti sebelum masa pensiun.
"Pergantian pejabat negara atau Panglima TNI atau Kapolri itu tidak lazim dilakukan di tengah jalan, kecuali ada kesalahan sangat fatal," tegas analis politik dari Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Dr. Andriansyah, Msi, saat diwawancara redaksi beberapa saat lalu (Jumat, 7/7).

Andriansyah menilai, desakan kalangan pengamat politik agar presiden mencopot Gatot lebih beraroma kepentingan pihak yang merasa terancam kiprah Gatot. Padahal, selama ini Gatot sudah berperan besar membantu Presiden Jokowi mendinginkan suhu politik dan meredam kemarahan masyarakat kepada pemerintah.

"Kegiatan Panglima lebih banyak dianggap politis. Padahal, yang Gatot lakukan itu biasa saja dilakukan seorang Panglima, yaitu mendekatkan diri kepada rakyat. Itu memang kerjaan TNI. Apalagi, dalam situasi sekarang, agak susah mengandalkan Polri untuk mendekatkan diri ke rakyat," jelasnya.

Soal dugaan niat Jenderal Gatot bertarung di arena politik Pilpres 2019, menurut Andriansyah hal itu tidak bisa dipastikan.

"Kalau itu hanya Gatot dan Allah yang tahu," ucap pria yang menjabat Wakil Rektor Universitas Moestopo ini.

Andriansyah pun menyarankan, Presiden Jokowi tidak terhasut provokasi pihak tertentu untuk mengganti Panglima TNI di tengah jalan.

Yang sebaiknya dilakukan presiden adalah mendukung kerja-kerja Gatot mendekatkan diri ke rakyat dalam posisinya sebagai Panglima TNI. Apalagi, pendekatan Gatot terbukti sangat membantu pemerintah menstabilkan situasi sosial politik.

"Lagipula, Jokowi sebagai pimpinan yang baik harus mendukung anak buahnya lebih maju. Kalau Gatot disebut orang lain sebagai calon kompetitor, Jokowi mendukung kompetitor itu untuk lebih baik. Itu kan ciri pemimpin yang ideal," tutup Andriansyah. [hta/rmol]




Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 16:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 14:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 20:00:00

Effendi Simbolon di Warkop Siantar

Effendi Simbolon di Warkop Siantar

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 16:55:00

Cek Senjata Personil

Cek Senjata Personil

KAMIS, 12 OKTOBER 2017 , 20:36:00

Press Conference AKSIS 2017

Press Conference AKSIS 2017

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 17:19:00