Spiritual Contemplations: Risiko Over Kritis

Oleh: Nasaruddin Umar

OPINI  JUM'AT, 07 JULI 2017 , 15:20:00 WIB

Spiritual Contemplations: Risiko Over Kritis
BANI Israil sebagai etnik yang "over kritis" diabadikan dalam Al-Qur'an. Q.S. Al-Baqarah mengabadikan peristiwa tersebut.
Banyak pelajaran penting di dalam kisah sapi betina (al-Baqarah) yang kemudian menjadi nama surah terpanjang di dalam Al-Qur'an. Diang­katnya nama al-Baqarah sebagai nama surah diambil dari kisah seorang konglomerat Bani Israil yang meninggal misterius, tidak jelas siapa pembunuhnya. Masyarakat bingung siapa yang membunuh laki-laki itu. Saat itu­lah muncul seorang tetua adat yang menginformasikan jika ingin mengetahui siapa pembunuh orang kaya ini, maka diperlukan satu buntut (ekor) sapi utuk dicambukkan ke badan mayat. Hal ini atas petunjuk salah seorang to­koh spiritual.

Bani Israil yang terkenal sejak dulu over kritis dan terkadang keras kepala mempertanya­kan sapi jenis apa yang dibutuhkan, apakah sapi jantan atau betina? Lalu dijawab apakah engkau akan mempermalukan kami (Bani Is­rail) dengan menyuruh kami menyembelih sapi betina? Dijawab oleh Nabi Musa: Aku ber­lindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil (Q.S.al- Baqarah/67-74).

Pertanyaan diteruskan, apa jenis kelamin sapi itu, jantan atau betina? Dijawab "sapi betina". Tuhan minta mereka agar melaksanakan perintah itu, tetapi masih "ngeyel" dan masih terus bertanya. Sapi betina muda atau tua? Dijawab tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu). Mereka terus bertanya, apa warna sapi betina itu: Dijawab "sapi betina yang kuning". Mereka yang bertanya lagi kuning bagaimana, kuning tua atau kuning muda? Di jawab: kuning tua). Mereka bertanya lagi, kuning tua yang bagaimana?

Dijawab: yang menyenangkan semua orang memandangnya). Kata al-nadhirin adalah bentuk jamak, jadi kuning di sini bukan yang hanya menyenangkan segolongan orang, tetapi kepada semua orang. Mereka terus bertanya, hakekat sapi itu seperti apa? Dijawab: Belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya). Over kritis Bani Israil ini diistilahkan dalam Al-Qur'an dengan: Hati kalian menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi.

Di tempat berbeda hidup seekor sapi yang diasuh oleh anak yatim piatu yang pernah dizalimi oleh anggota keluarganya. Pemilik sapi betina ajaib satu-satunya di dunia ini, dipelihara oleh seorang anak yatim yang dizalimi dan dikucilkan oleh anggota keluarganya.

Nabi Musa pernah menjumpai anak ini dengan mengatakan jangan menjual sapi ini sebelum waktunya. Insya Allah sapi kuning emas ini akan dibeli orang dengan har­ga yang mahal. Akhirnya sapi ini disembelih, lalu ekornya digunakan untuk memukulkan orang kaya yang dibunuh oleh kemanakan­nya sendiri karena tergila-gila dengan harta warisan pamannya.

Setelah menunjuk sipembunuhnya maka ia mati kembali. Anak terzalimi tadi mendapatkan harga sapi lebih mahal dari harta yang dimiliki saudara-sudara yang telah menzaliminya. [***]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 16:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 14:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 20:00:00

Effendi Simbolon di Warkop Siantar

Effendi Simbolon di Warkop Siantar

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 16:55:00

Cek Senjata Personil

Cek Senjata Personil

KAMIS, 12 OKTOBER 2017 , 20:36:00

Press Conference AKSIS 2017

Press Conference AKSIS 2017

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 17:19:00