Da Silva Divonis 9,5 Tahun, Rakyat Brazil Pesta Pora

Presiden Paling Populer Yang Tumbang Gara-gara Korupsi

Peristiwa  JUM'AT, 14 JULI 2017 , 18:43:00 WIB

Da Silva Divonis 9,5 Tahun, Rakyat Brazil Pesta Pora
RMOLSumut. Ribuan warga Brazil turun ke jalan ibu kota untuk merayakan vonis 9,5 tahun penjara yang dijatuhkan kepada bekas Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva.
Perayaan yang diramaikan oleh warga yang membunyikan klakson dan meniup terompet ini berlangĀ­sung pada Rabu malam (12/7). Mereka senang pengadilan berhasil membuktikan kasus korupsi yang membawa nama da Silva itu.

Meski pengadilan sudah menjatuhi vonis, Da Silva masih belum mendekam di balik jeruji. Pria yang pernah memimpin Brazil selama delapan tahun ini, membantah semua tuduhan kepadanya. Tim pengacaranya pun mengajukan banding.

Da Silva membantah telah menerima sebuah apartemen sebagai gratifikasi dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan perusahaan minyak negara, Petrobas.

Dia menuding, pengadilan atas kasusnya dilakukan atas motif politik belaka. Kasus dugaan gratifikasi apartemen adalah satu dari lima dakwaan yang dikenakan kepadanya. Da Silva menyebut kasus ini diadakan untuk mencegatnya yang ingin kembali mencalonkan diri dalam pilpres tahun depan.

Dalam pernyataan menanggapi putusan pengadilan, para pengacara da Silva bersikukuh, kliennya tidak bersalah dan pihaknya akan mengajukan banding. "Selama lebih dari tiga tahun, Lula telah menjadi subjek investigasi yang didorong motif politik. Tak ada bukti kredibel diungkap di persidangan. Sebaliknya hal-hal yang mendukung ia tak bersalah justru diabaikan," jelas pernyataan tim pengacara Da Silva.

Kepala Partai Pekerja, Senator Gleisi Hoffmann juga mengecam pengadilan. Dia mengatakan, kasus tersebut dirancang untuk menghentikan langkah da Silva kembali ke dunia politik.

Dia menambahkan, partainya akan memprotes keputusan tersebut. Tuduhan yang dihadapi da Silva terkait dengan skandal Car Wash, julukan untuk investiĀ­gasi korupsi terbesar di Brasil.

Penyelidikan fokus pada sejumlah firma atau perusahaan yang diduga menerima kontrak dari Petrobas dengan imbal balik suap, yang masuk ke kantong-kantong para politisi dan dana kotor ke partai-partai politik.

Pada masa kepemimpinannya, Da Silva adalah presiden paling populer di Brasil. Presiden ke-44 Amerika Serikat Barack Obama bahkan menjulukinya sebagai, "politisi paling populer di muka Bumi".

Da Silva tak berhasil merebut kursi presiden untuk kali ketiga, dia dikalahkan Dilma Rousseff, yang kemudian juga dimakzulkan atas sangkaan korupsi. Presiden Brasil saat ini, Michel Temer juga menghadapi tuduhan korupsi dan dituntut mundur. [krm/rmol.co]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 16:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 14:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 20:00:00

Effendi Simbolon di Warkop Siantar

Effendi Simbolon di Warkop Siantar

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 16:55:00

Cek Senjata Personil

Cek Senjata Personil

KAMIS, 12 OKTOBER 2017 , 20:36:00

Press Conference AKSIS 2017

Press Conference AKSIS 2017

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 17:19:00