Dipesan Khusus 3 Tahun Lalu, Peti Mati DL Sitorus Menguak Kekayaan Adat Batak

Budaya  RABU, 09 AGUSTUS 2017 , 10:26:00 WIB | LAPORAN: ROBEDO GUSTI

Dipesan Khusus 3 Tahun Lalu, Peti Mati DL Sitorus Menguak Kekayaan Adat Batak

Foto/Net


Dikutip dari tulisan kesaksian Pdt Jarudin Panjaitan, STh, MM, peti mati DL Sitorus menggambarkan betapa kematian bukanlah hal menakutkan bagi orang Batak sebab sudah dipersiapkan bahkan semasa ia masih hidup. Berikut tulisan Pdt Jarudin mengenai peti mati khusus DL Sitorus.

Kemarin Minggu, 6 Agustus 2017 saya dipercayakan memimpin ibadah Minggu di Rumah Duka DR Sutan Raja DL Sitorus. Setelah ibadah selesai dilanjutkan dengan acara memasukkan jenazah ke peti mati almarhum.

Namun seumur saya (46 Tahun) baru kali ini saya lihat ada acara dan bentuk serta cerita tentang PETI MATI almarhum yang unik dan bermakna

Peti mati ini disebut dengan istilah PARMUALMUALAN atau ABALABAL atau BATANG. Batang ini akan menjadi rumah abadi almarhum dan biasanya orang Batak mengatakan Jabu Nasopinauli ni tanganna.

Namun yang menarik dan unik dari cerita ABALABAL almarhum DL Sitorus adalah bahwa Abal-Abal ini dipesan beliau dari seseorang sahabatnya bermarga Sirait (orangtua dari Herdita Veronica Sirait).

Jenazah DR Sutan Raja DL Sitorus dan keluarga saat di dalam Pesawat, Minggu 6 Agustus 2017 menuju Medan. IST
Pemilik CV Citra Ajibata, pada saat beliau masih di lapas-LP karena masalah yang menjerat beliau sekitar 3 tahun yang lalu. Parmualmualan ini dibuat dari satu batang kayu besar "hau sada" yang dibentuk sedemikian rupa sehingga mempunyai tempat yang dibentuk sehingga dapat memuat mayat almarhum DL Sitorus.

Pembuatan parmualmualan itu melalui proses yang lama yang dibuat dari kayu yang keras. Di kalangan orang Batak biasanya itu dibuat dari kayu "pinasa=nangka" atau Jati atau hariara. Sebelum dibentuk, kayu itu harus direndam dulu beberapa lama di dalam air supaya awet dan tidak termakan oleh rayap.

Setelah dibentuk lalu dipahat dengan ornamen Batak (digorga), juga diberi warna Batak yakni merah, hitam dan putih dan tidak semua orang bisa mengerjakannya. Harus ada seni karena dikerjakan dengan manual.

Bahkan dalam ceritanya Batang ini tidak boleh di Paku tetapi memakai Rotan kecil dililitkan dan rotan inilah yang mengikatnya agar tertutup dan tidak boleh ada sanggahannya semacam kaki-kaki peti, tetapi langsung diletakkan dilantai.

Biasanya Parmualmualon itu dipersiapkan bagi seseorang yang sudah cukup tua dan mapan, "Marpahompu di anak, Marpahompu di boru sahat ro di na Marnini Marnono" (Punya Cuci, Cicit, Nini Nonon) jauh hari sebelum dia meninggal dunia.

Bahwa seseorang telah mempunyai Parmualmualan biasanya diberitahu kepada para "Raja" secara adat dalam hubungan kekerabatan Batak "Dalihan Na Tolu" dalam suatu acara adat sambil memberi "Sulangsulang Hariapan" kepada si Orang tua tersebut dari keturunannya.

Tidak semua orang Batak yang mampu untuk membuat seperti itu, karena proses pembuatannya sulit, lama sehingga harganya mahal. Orang yang meninggal yang sudah mempunyai Parmualmualan, maka akan diberangkatkan dengan adat Batak yang besar, "Pulik Pangarapotna dan Partuatna" dan diiringi dengan Ogung Batak.

Sebelum jasad DR Sutan Raja DL Sitorus dimasukkan ke peti mati tersebut, pertama acara yang dilakukan adalah Paulak Tukkang, berterimakasih kepada orang yang yang mengerjakan peti mati tersebut, yang seyogianya ini akan dilakukan almarhum semasa hidupnya sekitar beberapa bulan ke depan.

Namun beliau lebih dahulu meninggal tanggal 2 Agustus 2017 yang lalu dalam usia 79 tahun dalam rencana perjalanan Jakarta Medan dengan Pesawat Garuda.

Jadi sebelum beliau meninggal ternyata sudah mempersiapkan Parmualmualanna 3 tahun yang lalu dan selama ini Peti ini disimpan di daerah Lampung. Luarbiasa makna dan kayanya Adat Batak ini walaupun mungkin kita tidak semua bisa melakukannya.

Bahkan dari antara kita mungkin ada orang yang berkata: Kog Belum Mati sudah dipersiapkan Parmualmualanna! Namun seperti kata Almarhum ketika memesan peti itu bahwa itu adalah Adat dan di Toba disebut Parmualmualon.

Namun bagi saya sebagai generasi muda sungguh bersyukur tau tentang cerita dan makna ini tentang PARMUALMUALON-BATANG-ABALABAL INI. Kematian DR Sutan Raja DL Sitorus telah mengisahkan satu catatan sejarah bagi saya (Pdt Jarudin Panjaitan STh MM).

Jenazah DR Sutan Raja DL Sitorus dibawa ke kampung halamannya di Parsambilan, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba Samosir, Minggu (6/8), melalui Bandara Silangit.[rgu]


Komentar Pembaca
Prabowo Puji Mahasiswa UBK

Prabowo Puji Mahasiswa UBK

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 22:00:00

Anggota OPM Berikrar Setia NKRI

Anggota OPM Berikrar Setia NKRI

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 20:00:00

Beri Remisi, Negara Hemat Rp 102 Miliar

Beri Remisi, Negara Hemat Rp 102 Miliar

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 16:00:00

Apel Tanpa Bendera Kantor Gubsu

Apel Tanpa Bendera Kantor Gubsu

SENIN, 03 JULI 2017 , 14:13:00

Wak Ong Diarak Warga Binjai

Wak Ong Diarak Warga Binjai

SENIN, 31 JULI 2017 , 12:51:00

Prangko Anti Narkoba

Prangko Anti Narkoba

KAMIS, 20 JULI 2017 , 21:36:00