Krisis Korea

Merkel Tolak Penggunaan Senjata Dalam Krisis Korea Utara

Politik  SABTU, 12 AGUSTUS 2017 , 15:33:00 WIB | LAPORAN: TUAHTA ARIEF

Merkel Tolak Penggunaan Senjata Dalam Krisis Korea Utara
RMOLSumut. Kanselir Jerman Angela Merkel menentang penggunaan kekuatan untuk menyelesaikan konflik dengan Korea Utara, setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa militer Amerika Serikat "sudah siap".
"Saya tidak membayangkan solusi militer untuk konflik ini, tetapi kerja yang konsisten seperti yang telah kami amati di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata Merkel kepada para wartawan, Sabtu (12/8) waktu setempat.

Merkel menyerukan "kerja sama yang sangat erat" untuk meredakan ketegangan di kawasan tersebut "terutama oleh Amerika Serikat dan China, juga dari Korea Selatan dan Jepang.

"Jerman akan sangat intensif ambil bagian dalam opsi resolusi yang bukan militer, tetapi saya menganggap sebuah eskalasi lisan adalah respons yang salah," katanya saat ditanya tentang cuitan Trump di Twitter mengenai Korea Utara.

Pemerintah Jerman pada awal pekan ini mendesak Washington dan Pyongyang untuk "menahan diri" setelah mereka saling melontarkan ancaman lisan.

Seperti dilaporkan Kantor Berita AFP, Trump pada Jumat kemarin meningkatkan ancamannya terhadap Kim Jong-un terkait program senjata Korea Utara.

"Solusi militer sekarang sudah selesai dan siap, seandainya Korea Utara bertindak tidak bijak. Semoga Kim Jong-un akan menemukan jalan lain!" kata Trump melalui Twitter.[hta]

Komentar Pembaca
Prabowo Puji Mahasiswa UBK

Prabowo Puji Mahasiswa UBK

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 22:00:00

Anggota OPM Berikrar Setia NKRI

Anggota OPM Berikrar Setia NKRI

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 20:00:00

Beri Remisi, Negara Hemat Rp 102 Miliar

Beri Remisi, Negara Hemat Rp 102 Miliar

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 16:00:00

Apel Tanpa Bendera Kantor Gubsu

Apel Tanpa Bendera Kantor Gubsu

SENIN, 03 JULI 2017 , 14:13:00

Wak Ong Diarak Warga Binjai

Wak Ong Diarak Warga Binjai

SENIN, 31 JULI 2017 , 12:51:00

Prangko Anti Narkoba

Prangko Anti Narkoba

KAMIS, 20 JULI 2017 , 21:36:00