Begini Kondisi Fisik Abu Bakar Ba'asyir Versi Dokter MER-C

Sosial  MINGGU, 13 AGUSTUS 2017 , 12:01:00 WIB

Begini Kondisi Fisik Abu Bakar Ba'asyir Versi Dokter MER-C
RMOLSumut. Tim dokter Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) ikut memantau tampilan fisik Abu Bakar Ba'asyir (ABB) meski dalam kondis sehat.
Menurut Ketua Tim Dokter MER-C Joserizal Jurnalis, hasil laboratorium dan Medical Check Up (MCU) kadang tidak cukup untuk menjamin kesehatan pasien.

"Jadi sebagai dokter, tidak bisa beracuan dengan hasil lab. Tapi, bisa dilihat juga penampilan pasien secara utuh," ujar Rizal usai konferensi pers di kantor pusat MER-C, Sabtu (12/8).

Kondisi fisik seorang pasien, kata Rizal, dapat diketahui dari perilaku atau gerakan tubuhnya. Mulai dari, cara berjalan, bicara hingga berekspresi. "Kadang kita lihat saja, bisa diketahui 75 persen sehat atau bermasalah," tuturnya.

Rizal mencontohkan, dirinya pernah menghadapi suatu kasus saat menangani seorang pasien. Saat itu, pandangan dokter yang menangani pasien tersebut, dinilai baik dan sudah tidak bermasalah. Namun, Rizal justru berpandangan sebaliknya.

"Pernah ada kasus, dokter lain lihat (kondisi pasien) bagus. Tapi, saya lihat nggak bagus. Feeling saya nggak enak. Eh, benar. Tiga hari kemudian (pasien) meninggal," kenangnya.

Sementara itu, terkait kondisi kesehatan ABB, lanjutnya, saat ini terpantau bagus usai menjalani MCU di RS Jantung Harapan Kita (RS-JHK), Kamis (10/8) lalu.

Meski telah berusia lanjut, tepatnya 80 tahun, fisik ABB relatif stabil. Meski sebelumnya, ABB sempat mengeluhkan pembengkakan di kaki dan keluhan fisik lainnya.

Dokter mendiagnosa, ada gangguan aliran darah balik yang tersumbat hingga menyebabkan kakinya membengkak. Berdasarkan hasil MCU, Pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) itu juga mengalami diagnosa pada jantung dan fungsi abdomen lainnya. Namun, ABB tetap diijinkan untuk rawat jalan. Dengan catatan harus kontrol kembali bulan depan.

"Tidak hanya persoalan jalan bagus atau tidak. Saat di penjara bisa ngga mandiri? Mengingat kondisi beliau sudah tua, 80 tahun. Karena, persoalan orang tua itu, sering jatuh saat turun dari tempat tidur ke kamar mandi. Ada yang blackout, terpeleset. Lalu, bisa muncul problem lain, panggul patah, lalu operasi, operasinya besar," urainya.

Secara logika normal, Rizal menjelaskan, ABB yang telah berusia 80 tahun seharusnya diperlakukan selayaknya orang tua. Pasalnya, usia tersebut kondisi kesehatan seseorang tidak dapat diprediksi. Untuk itu, kata Rizal, orang tua seperti ABB harus dapat perhatian lebih dari pihak yang berusia lebih muda.

"Soal umur kita tidak tahu. Bisa-bisa dokternya yang duluan mati. Tapi, untuk ustad ABB diusia 80 tahun, (kondisi kesehatan) bisa berubah cepat. Seseorang bisa alami spasial pembuluh darah kalau mengalami tekanan," demikian Rizal.[hta/rmol]



Komentar Pembaca
Prabowo Puji Mahasiswa UBK

Prabowo Puji Mahasiswa UBK

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 22:00:00

Anggota OPM Berikrar Setia NKRI

Anggota OPM Berikrar Setia NKRI

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 20:00:00

Beri Remisi, Negara Hemat Rp 102 Miliar

Beri Remisi, Negara Hemat Rp 102 Miliar

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 16:00:00

Apel Tanpa Bendera Kantor Gubsu

Apel Tanpa Bendera Kantor Gubsu

SENIN, 03 JULI 2017 , 14:13:00

Wak Ong Diarak Warga Binjai

Wak Ong Diarak Warga Binjai

SENIN, 31 JULI 2017 , 12:51:00

Prangko Anti Narkoba

Prangko Anti Narkoba

KAMIS, 20 JULI 2017 , 21:36:00