Kematian Saksi Tidak Boleh Ganggu Proses Hukum

Hukum  MINGGU, 13 AGUSTUS 2017 , 12:12:00 WIB

Kematian Saksi Tidak Boleh Ganggu Proses Hukum
RMOLSumut. Kematian salah satu saksi Johannes Marliem tidak boleh mengganggu proses penegakan hukum kasus korupsi pengadaan kartu identitas elektronik (e-KTP) yang sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)‎.
Begitu diharapkan anggota Komisi III DPR  Ahmad Sahroni menanggapi kematian rekanan penyedia alat Automatic Fingerprint Identification System (AFIS) dalam proyek e-KTP.

"Kami ucapkan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Johannes. Kami juga berharap semoga kasus e-KTP yang ditangani KPK tetap tuntas," kata Sahroni dalam keterangannya kepada redaksi, Minggu (13/8)‎.

Dia berharap agar ke depan saksi-saksi kasus besar diberikan perlindungan khusus oleh lembaga penegak hukum. Sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.

"Seharusnya, saksi penting mendapatkan perlindungan khusus. Bukan malah mempublikasikan saksi-saksi tersebut kemana-mana sehingga nyawanya bisa terancam," jelas Sahroni.

Kematian Johannes Marliem di Amerika Serikat sudah dibenarkan oleh KPK. ‎Namun, KPK mengaku belum mendapatkan rincian lengkap mengenai penyebab kematian Johannes. Beredar kabar bahwa Johannes meninggal bunuh diri dengan cara menembakkan pistol. [hta/rmol]

Komentar Pembaca
Anies Pencitraan Pakai Becak

Anies Pencitraan Pakai Becak

RABU, 17 JANUARI 2018 , 19:00:00

Ini Alasan Airlangga Dipertahankan

Ini Alasan Airlangga Dipertahankan

RABU, 17 JANUARI 2018 , 17:00:00

Wiranto: Teruskan Pak OSO!

Wiranto: Teruskan Pak OSO!

RABU, 17 JANUARI 2018 , 15:00:00

Ucapan Selamat Tahun Baru 2018

Ucapan Selamat Tahun Baru 2018

JUM'AT, 08 DESEMBER 2017 , 11:37:00

Prabowo Subianto

Prabowo Subianto

MINGGU, 07 JANUARI 2018 , 14:08:00

Ketum Hanura di Pesta Bobby-Kahiyang

Ketum Hanura di Pesta Bobby-Kahiyang

JUM'AT, 24 NOVEMBER 2017 , 15:37:00