Di Mana Lagi Ada Rasa Aman, Kalau Di Sekolah Saja Anak Kita Terancam

Sosial  MINGGU, 13 AGUSTUS 2017 , 13:50:00 WIB

Di Mana Lagi Ada Rasa Aman, Kalau Di Sekolah Saja Anak Kita Terancam
RMOLSumut. Jagat dunia maya kembali dikagetkan dengan berita anak SD tewas dibully teman-temannya. Kejadian yang terus berulang ini membuat netizen takut dengan dunia pendidikan saat ini.
Seperti diberitakan, peristiwa nahas ini menimpa SR, pelajar kelas 2 SDN Longkewang, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan. SR diduga menjadi korban perundungan alias bullying. Tak hanya dipukul, telinga SR juga disumbat menggunakan keripik, dan dilempar dengan minuman beku.

Saat ini peristiwa naas tersebut sedang diselidiki Polres Sukabumi. Informasi yang diterima dari Polres setempat menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi Selasa pagi (8/8) lalu. Korban diduga berkelahi dengan salah seorang temannya DI, di halaman sekolah.

Hasil olah TKP, minuman beku dilempar dari jarak satu meter yang tepat membentur telinga korban. Setelah terkena lemparan, SR terjatuh. Teman korban dengan inisial E yang berada dekat dengan korban saat peristiwa itu terjadi mengatakan korban sempat berdiri, lalu menangis.

Saat terjatuh kepala, SR sempat tertahan kakinya lalu menggelosor membentur tembok halaman belakang. "Lalu jatuh lagi (pingsan)," kata dia.

Pengakuan Eini mempertegas kronologi awal yang menyebut DI sempat kaget kemudian melaporkan kondisi SR kepada Ruhiyat (Wali kelas 2). Ruhiyat diketahui sempat berpapasan dengan DI dalam kondisi menangis. Saat ditanya gurunya, DI mengakui telah berkelahi dengan SR hingga tidak sadarkan diri di halaman sekolah.

"Mendengar pengakuan siswanya, Ruhiyat langsung ke lokasi dan lang­sung membawa SR ke ruang kesehatan sekolah," kata Kepala Polres Sukabumi, AKBP Syahduddi.

Ruhiyat bersama para guru lainnya berusaha menolong korban dan akhirnya korban dibawa ke Puskesmas Cicantayan. Sayang, saat diperiksa di Puskesmas, korban sudah meninggal dunia.

Di lini massa, tuips prihatin dan mengelus dada. Kebanyakan mereka tidak terkejut melihat lingkungan pen­didikan yang sudah sekejam ini.

"Kasihan anak SD meninggal dunia mengenaskan," prihatin akun @F_Depmann26.

"Miris banget yah, anak kelas 2 SD ngebully temannya sampe meninggal..," keluh akun @jinyounglek.

"Nggak ngerti lagi sama anak SD yang berantem sampe meninggal. Kejahatan terbesar gue waktu SD kayaknya cuma ngerebus minyak tanah pake panci tetangga deh," cuit @Pendekar92, heran.

"Gila, anak SD sekarang aja kalo berkelahi sampe ada yang mati..," kata akun @rasjawa.

"Sekolah SD itu kan gak luas-luas amat... Masa anak berkelahi guru­nya sampe gak tau...," ujar akun @ ichaichadoni.

"Sadis banget ini anak sd kelas 2 dibully temen sekelasnya sampe meninggal di sekolahan-- gurunya kemana ya," kata akun @laelicsa.

"Jaman SD yang seharusnya bisa main lari-larian, ini-itu, tapi malah udah kemakan jaman ya sampe bisa ngebully gitu. Hhh" cuit akun @ tibunny.

"KEJAM! ANAK SD INIHARUS KEHILANGAN NYAWANYA KARENA DIBULLY TEMAN-TEMANNYA!"

Bercermin dari kejadian itu, akun @Meylaniej menyimpulkan betapa mengerikannya wajah dunia pen­didikan saat ini.

"Lagi bocah kelas 2 SD di Sukabumi dianiaya temannya sampe meninggal. Ini lah wajah dunia pendidikan kita," simpulnya.

"Dimana lagi rasa aman itu ada, kalau di sekolah saja anak kita teran­cam," ujar akun @EkoWinanto.

"@jokowi gimana bisa anak SD berkelahi sampai membunuh. Anak itu harapan bangsa pak, to­long diperhatikan layanan tv dan lingkungan yg buruk," kata akun @ IkaaWulandari.

"Sekolah harusnya jadi tempat belajar..." kata akun @dahlandahi.

"Duh-duh rusaklah generasi sek­rang mbak. Anak-anak SD pun bisa bullying temen nya dan sampek meninggal. Harap adegan gimik dan bully di tv dikurangi. Hiks," pesan @alifahAidialis.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa ikut angkat suara terkait meninggalnya SR. Ia meminta pihak sekolah bertanggung jawab, dan pihak terkait bisa meluruskan kesimpangsiuran informasi meninggalnya SR. Sebab sebelumnya, penyebab kematian SRjuga disebut-sebut karena memiliki penyakit bawaan.

"Yang jelas pihak sekolah harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut mengingat kejadian berlangsung di sekolah. Menurut saya ini bisa diakibatkan kelalaian guru dan sekolah," imbuhnya.

Khofifah berharap kasus bullying seperti ini menjadi yang terakhir.Dia berharap, kasus ini menjadi bahan pembelajaran bagi seluruh pihak. Terutama keluarga dan sekolah. Perundungan atau bullying, kata dia, bisa terjadi tak hanya fisik, tetapi juga psikis.

Kepada keluarga korban, Khofifah juga menyerahkan sejumlah bingkisan dan santunan kematian. Khofifah pun menyempatkan berziarah ke makam SRdan mengajak seluruh rombongan dan awak media untuk mendoakan korban.

"Salut untuk Mensos selalu hadir jika ada masalah rakyat yang kena musibah, tapi ngomong-ngomong Menteri PP&PA kemana ya ini kan masalah Anak," respon akun @ nisma.djafar di kolom komentar media online.

"Ya Alloh semoga kejadian ini tidak terulang. Berilah kesabaran bagi keluarga korban dan terimalah adik SRdi sisiMu. Aamiin," doa akun @arffals. [rmol]



Komentar Pembaca
Kali Ini, Khofifah Pasti Menang!

Kali Ini, Khofifah Pasti Menang!

SELASA, 17 OKTOBER 2017 , 20:00:00

Singgung Pribumi, Anies Menyulut Perpecahan

Singgung Pribumi, Anies Menyulut Perpecahan

SELASA, 17 OKTOBER 2017 , 18:00:00

Anies Apresiasi Tiga Eks Gubernur DKI

Anies Apresiasi Tiga Eks Gubernur DKI

SELASA, 17 OKTOBER 2017 , 16:00:00

Wisuda Gubernur Tengku Erry Nuradi

Wisuda Gubernur Tengku Erry Nuradi

SENIN, 21 AGUSTUS 2017 , 14:41:00

Marching Band Dukung Sumut Paten

Marching Band Dukung Sumut Paten

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 12:25:00

Parkir Sembarangan

Parkir Sembarangan

KAMIS, 24 AGUSTUS 2017 , 18:13:00