>

PP Bamusi Sesalkan Doa Tifatul Yang Mengandung Pelecehan Fisik

Politik  KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 21:28:00 WIB

PP Bamusi Sesalkan Doa Tifatul Yang Mengandung Pelecehan Fisik

foto/net

RMOLSumut. Sangat disayangkan Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI tahun 2017 pada tanggal 16 Agustus 2017 yang berlangsung secara khidmat dipimpin oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan dengan acara tunggal Pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo ditutup dengan doa kontoroversial yang mengandung pelecehan terhadap Presiden Joko Widodo.

Demikian pernyataan tegas Pimpinan Pusat Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi). Ketua Umum PP Bamusi, Prof Hamka Haq, mengingangatkan bahwa doa seyogyanya berisikan pujian dan penyucian keagungan Allah SWT, serta harapan kesejahteraan dan pengampunan dari rahmat-Nya. Karena itu seharusnya doa bersih dari rasa dengki dan perilaku tidak menyenangkan terhadap pihak tertentu, apalagi jika ditujukan kepada seorang Presiden yang menjadi lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Di samping itu, jelasnya, lazimnya doa berisikan shalawat dan salam kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW, serta sahabat Nabi, dan para hamba Allah yang shaleh, maka sangat tidak patut jika doa disi dengan ujaran yang sinis, bernada tidak senang terhadap sesama hamba Allah yang baik, apalagi terhadap seorang Presiden yang seharusnya dihormati oleh segenap warga Negara Indonesia.

Sebagai Warga Negara yang beriman, sambungnya,rakyat Indonesia patut bersyukur kepada Allah SWT atas kemerdekaan bangsa 72 tahun yang lalu, disertai rasa kewajiban mepertahankan kemerdekaan, merajut persatuan, memperkokoh kebersamaan dan kegotong-royongan dalam membangun negeri tercinta Indonesia Raya, tanpa melihat perbedaan etnis, budaya, agama dan golongan.

"Maka ami Baitul Muslimin Indonesia dari pusat sampai ke daerah di seluruh pelosok tanah air, sangat kecewa dan sangat prihatin atas doa yang disampaikan oleh saudara Tifatul Sembiring pada Sidang Tahunan MPR RI tanggal 16 Agustus 2017, yang berisikan nuansa ketidaksenangan terhadap pribadi atau fisik Bapak Presiden Joko Widodo, yang kurus, suatu hal yang tidak pantas diucapkan oleh seorang pembaca doa, yang diharapkan berhati bersih dan khusyuk dalam doanya," tegasnya Hamka Haq dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 17/8).


Komentar Pembaca
Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

Prabowo Tenangkan Pendukung: Kekerasan Jangan Dibalas Kekerasan
Sampai Hari Raya

Sampai Hari Raya

KAMIS, 23 MEI 2019 , 10:00:00

Rachmawati Soekarnoputri Rangkul Golkar Dan PPP
Youth Enterpreneur Summit 2019

Youth Enterpreneur Summit 2019

SENIN, 08 APRIL 2019 , 11:26:00

PWI Sumut Apresiasi Asian Agri

PWI Sumut Apresiasi Asian Agri

KAMIS, 09 MEI 2019 , 18:24:00



The ads will close in 10 Seconds