>

Gunakan "Fisik" Jokowi, Doa Tifatul Beresiko Munculkan Aturan Ketat Doa Kenegaraan

Politik  JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 20:18:00 WIB | LAPORAN:

Gunakan
RMOLSumut. Pembacaan doa yang dipanjatkan politisi PKS Tifatul Sembiring dalam Sidang Tahunan MPR 2017, Rabu (16/8) dinilai oleh pengamat sosial dan politik Shohibul Anshor Siregar akan menimbulkan dampak positif dan negatif.
Untuk dampak positif, doa yang dipanjatkan oleh Tifatul serupa dengan yang dipanjatkan oleh Raden Muhammad Syafii. Keserupaan itu dikatakan Shohibul adalah membuka lebih lebar ruang kritik kepada Presiden Jokowi dalam memimpin Indonesia.

"Ini pertanda banyak yang gak beres di negeri ini. Kedua orang dari kubu opoisisi itu punya agenda yang sama untuk memperbaiki negara. Pak presiden harus faham, doa seperti itu tidak akan ada kalau negara bagus. sekarang semuanya serba terbuka dalam mengkritisinya," jelasnya saat dihubungi RMOLSumut.com, Jumat (18/8).

Sedangkan untuk dampak negatif, terkait pembahasaan Tifatul yang menggunakan kondisi fisik Presiden Jokowi. Shohibul Anshor khawatir akan muncul aturan baku tentang doa kenegaraan yang mengarah pada pengkultusan individu seperti yang terjadi di era Orde Baru.

"Soal pembahasaan, ketika ada unsur jasad akan jadi nilai minus bagi Tifatul dibanding Romo. Ada bahasa fisik Presiden Jokowi di situ. Satu yang saya khawatirkan ada aturan yang jelas tentang doa kenegaraan. walau buka Perppu, tapi akan membuat doa yang sifatnya pengkultusan pribadi seperti di zaman Presiden Soeharto," jelasnya. [sfj]

Komentar Pembaca
Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

Prabowo Tenangkan Pendukung: Kekerasan Jangan Dibalas Kekerasan
Sampai Hari Raya

Sampai Hari Raya

KAMIS, 23 MEI 2019 , 10:00:00

Rachmawati Soekarnoputri Rangkul Golkar Dan PPP
Youth Enterpreneur Summit 2019

Youth Enterpreneur Summit 2019

SENIN, 08 APRIL 2019 , 11:26:00

PWI Sumut Apresiasi Asian Agri

PWI Sumut Apresiasi Asian Agri

KAMIS, 09 MEI 2019 , 18:24:00



The ads will close in 10 Seconds