Bukan Kepada Orang Dewasa, Sosialisasi Tentang Orangutan Lebih Baik Kepada Anak-Anak

Rumah Kaca  MINGGU, 20 AGUSTUS 2017 , 17:44:00 WIB | LAPORAN: ROBEDO GUSTI

Bukan Kepada Orang Dewasa, Sosialisasi Tentang Orangutan Lebih Baik Kepada Anak-Anak

Peringatan Hari Orangutan/RMOLSumut

RMOLSumut. Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Center (YOSL-OIC) dan sejumlah lembaga pemerhati orangutan lainnya menggelar peringatan Hari Orangutan Internasional di Taman Ahmad Yani, Medan, Minggu (20/8). Dalam kegiatan tersebut mereka mensosialisasi tentang orangutan kepada anak-anak dan meluncurkan buku berjudu "Anak Tersesat di Kebun".
Direktur Pendiri YOSL-OIC Panut Hadisiswoyo mengatakan mereka sengaja melibatkan anak-anak dalam kegiatan ini dengan harapan mereka semakin mengenal Orangutan dan peduli terhadap kelangsungan nasib orangutan yang diambang kepunahan.

"Lebih mudah merubah mindset mereka tentang orang utan dibanding dengan generasi yang saat ini sudah dewasa yang cara berfikirnya tentang orangutan sudah banyak dipengaruhi ekonomi dan lainnya," katanya.

Dalam kegiatan ini seluruh lembaga yang peduli terhadap orangutan ini juga merilis data dan fakta mengenai nasib orangutan. Dari dua spesies orangutan yang ada di Indonesia, Orangutan Sumatera (Pongo Abelii) merupakan spesies paling terancam. dalam kurun 100 tahun, jumlah individu orangutan Sumatera berkurang sebanyak 86 perse.

"Dari hasil penelitian mencatat ada sekitar 14,613 individu orangutan sumatera pada tahn 2015. Jika trend pengrusakan hutan terus terjadi maka dikhawatirkan akan ada 4500 individu orangutan yang musnah hingga tahun 2030 mendatang," ujarnya.

Faktor yang paling bertanggungjawab atas kerusakan hutan yang menjadi habitat dari orangutan sendiri menurut data tersebut yakni ekspansi perkebunan kelapa sawit yang otomatis memicu kehilangan habitat orangutan.

"Data terkini hutan sumatera yang rusak menunjukknangka 12,5 juta hektar, setara dengan 49 persen dari hutan sumatera. Selin itu ancaman terbesar lainnya bagi pertahanan orangutan yakni perburuan liar untuk dijadikan hewan peliharaan dan perdagangan satwa ilegal," pungkasnya.[rgu]


Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 16:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 14:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 20:00:00

Effendi Simbolon di Warkop Siantar

Effendi Simbolon di Warkop Siantar

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 16:55:00

Cek Senjata Personil

Cek Senjata Personil

KAMIS, 12 OKTOBER 2017 , 20:36:00

Press Conference AKSIS 2017

Press Conference AKSIS 2017

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 17:19:00