Film Tan Malaka Sekolah Di Belanda Segera Diputar, Ikut Dibintangi Harry Poeze

Budaya  SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 , 11:43:00 WIB

Film Tan Malaka Sekolah Di Belanda Segera Diputar, Ikut Dibintangi Harry Poeze

Tan Malaka/Net

RMOLSumut. Sebuah film semi dokumenter tentang Tan Malaka selama menjadi mahasiswa sekolah keguruan (rijkskweekschool) di Haarlem, Belanda, akan dimulai shootingnya pada 17 September mendatang.
Film dengan pusat lokasi shooting di kota Haarlem ini berdurasi tayangnya sekitar 70 menit, disponsori oleh Dirjen Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI.

"Di film ini saya dapat peran jadi guru tua Tan Malaka selama Tan Malaka sekolah di Haarlem," kata Harry Poeze, sejarawan yang mendalami kronik revolusi Indonesia, khususnya melakukan penelitian tentang Tan Malaka selama lebih dari 40 tahun serta menulis berbagai buku yang berkaitan dengan Tan Malaka, dalam percakapan dengan Kantor Berita Politik RMOL di Universitas Leiden, Belanda, pekan lalu.

Sekadar informasi, Tan Malaka (Sutan Ibrahim Gelar Datuk Sutan Malaka) menjalani sekolah keguruan di Haarlem selama tiga tahun. Gedung bangunan sekolah keguruan Tan Malaka tersebut hingga kini masih berdiri kokoh.

Tahun 1913, Tan Malaka meninggalkan desanya di Sumatera Barat, dengan bantuan dana dari para engku di desanya. Sesampainya di Belanda, Tan Malaka kian bertambah wawasannya, terutama yang berkaitan dengan ideologi dan politik. Ia mengalami kejutan budaya, banyak membaca literatur yang membuka pemikirannya tentang kemerdekaan bangsa dan terutama setelah Revolusi Rusia 1917. Tan Malaka mulai berkenalan dengan faham sosialisme.

Pada November 1919 ia lulus sekolah guru, kembali ke tanah air antara lain mengajar para kuli kontrak di Deli, Sumatera dan kalangan rakyat miskin dan korban romusha di Bayah Banten.

Tan Malaka dikenal sebagai mentor revolusioner sekaligus inspirator bagi Sukarno dan para rekan seangkatannya. Ia dijuluki Bapak Republik Indonesia, sebagai seorang intelektual pada masanya buku-bukunya yang terkenal antara lain Naar de Republiek, Gerpolek, hingga Madilog.

"Tan Malaka radikal tetapi sangat nasionalis. Jelas sangat berlawanan dengan PKI Muso atau Aidit," tegas Harry Poeze. [sfj/rmol]

Komentar Pembaca
Anti Kritik, Berhenti Saja Jadi Pejabat!

Anti Kritik, Berhenti Saja Jadi Pejabat!

JUM'AT, 16 FEBRUARI 2018 , 17:00:00

DPR Jangan Kaya Kacang Lupa Kulit!

DPR Jangan Kaya Kacang Lupa Kulit!

JUM'AT, 16 FEBRUARI 2018 , 15:00:00

Gerindra Pastikan Anies Tidak Nyapres

Gerindra Pastikan Anies Tidak Nyapres

JUM'AT, 16 FEBRUARI 2018 , 15:00:00

Prabowo Subianto

Prabowo Subianto

MINGGU, 07 JANUARI 2018 , 14:08:00

Diarak Pendukung

Diarak Pendukung

KAMIS, 11 JANUARI 2018 , 11:11:00

ERAMAS Naik Betor

ERAMAS Naik Betor

SENIN, 08 JANUARI 2018 , 17:11:00