>

Soal OTT Hakim dan Panitera, Ada Sistem Pembinaan dan Pengawasan Yang Tidak Berjalan di MA

Hukum  KAMIS, 07 SEPTEMBER 2017 , 14:55:00 WIB | LAPORAN: ROBEDO GUSTI

Soal OTT Hakim dan Panitera, Ada Sistem Pembinaan dan Pengawasan Yang Tidak Berjalan di MA

Farid Wajdi/RMOLSumut

RMOLSumut. Komisi Yudisial (KY) sangat menyayangkan tertangkapnya oknum hakim dan panitera dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK di Bengkulu. Melalui jurubicaranya, Farid Wajdi, Komisi Yudisial menganggap peristiwa ini sebagai sebuah bentuk bobroknya sistem pembinaan dan pengawasan pada lembaga yang menaungi keberadaan para aparat pengadil tersebut.

"Ini sangat disayangkan, padahal baru sebulan lalu panitera PN Jaksel kena OTT KPK," kata Farid melalui pesan tertulisnya, Kamis (7/9).

Dari rangkaian peristiwa ini menurut Farid sudah menggambarkan bahwa perilaku tersebut tidak hanya menunjukkan adanya perilaku oknum semata sebagai penyebabnya. Melainkan adanya sistem yang tidak berjalan di Mahkamah Agung selaku lembaga yang menaungi mereka.

Data yang disampaikannya pada tahun 2016 tercatat 28 aparat pengadilan mulai dari Hakim, Panitera dan Pegawai lainnya yang terkena OTT KPK.

"Fakta ini membuktikan bahwa ada sistem pembinaan yang tidak berjalan di MA. Disebut bukan oknum karena kejadian ini terus berulang dan rentang waktunya tidak terlalu jauh, ini membuktikan bahwa sistem pengawasan di MA terhadap sekitar 7.600 hakim dan 22 ribu aparatur pengadilan pada 840 pengadilan tidak berjalan dengan baik," ujarnya.


Komentar Pembaca
Luhut Beri Hormat Pada ibu Ani Yudhoyono

Luhut Beri Hormat Pada ibu Ani Yudhoyono

SABTU, 01 JUNI 2019 , 19:43:00

Istri Gubernur Sambangi Kaum Dhuafa

Istri Gubernur Sambangi Kaum Dhuafa

SABTU, 25 MEI 2019 , 22:41:00

Sidak Kantor Samsat

Sidak Kantor Samsat

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:19:00



The ads will close in 10 Seconds