Tak Mau Ekosistem Laut dan Hasil Alam Rusak, Dewan Adat Raja Ampat Keluarkan Aturan

Budaya  SENIN, 11 SEPTEMBER 2017 , 12:26:00 WIB | LAPORAN: ROBBY TRI WAHYUDI

Tak Mau Ekosistem Laut dan Hasil Alam Rusak, Dewan Adat Raja Ampat Keluarkan Aturan

Biota Laut

RMOLSumu. Dewan Adat Suku Maya di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, membuat peraturan adat untuk melindungi ekosistem laut dan menjaga kelestarian hutan setempat.
Seperti dilansir Antaranews, Ketua Dewan Adat Suku Maya Raja Ampat Kristian Thebu di Sorong, Senin (11/9), menjelaskan, musyawarah adat akan membahas peraturan tersebut pekan depan dan selanjutnya akan menyampaikannya ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Dikatakan Kristian Thebu, peraturan adat antara lain melarang perusakan terumbu karang, penangkapan ikan secara sembarangan. Selain itu, perlu juga aturan untuk pelarangan warga, instansi pemerintah maupun perusahaan menebang kayu dan membawanya keluar dari hutan Raja Ampat.

"Intinya peraturan adat ini untuk melestarikan Raja Ampat karena meskipun sudah ada peraturan yang dibuat pemerintah, tetapi selama ini banyak masyarakat maupun wisatawan yang beraktivitas tidak menjaga kelestarian alam, terutama terumbu karang," kata Kristian.

Ia mengatakan bahwa menjaga dan melestarikan keindahan alam Raja Ampat bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan lembaga konservasi, tetapi semua pihak termasuk dewan adat dan juga wisatawan. [hta]




Komentar Pembaca
Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

SELASA, 19 JUNI 2018 , 11:00:00

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

SENIN, 18 JUNI 2018 , 09:00:00

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

KAMIS, 14 JUNI 2018 , 12:00:00