Banggar Tolak Turunin Target Cukai Rokok

Tak Ingin Penerimaan Negara Terganggu

Politik  SELASA, 12 SEPTEMBER 2017 , 14:18:00 WIB

Banggar Tolak Turunin Target Cukai Rokok

Foto/Net

RMOLSumut. Permintaan produsen rokok agar target kenaikan penerimaan cukai diturunkan ditolak Badan Anggaran (Banggar) DPR. Dikhawatirkan, penerimaan negara akan berkurang jika permintaan tersebut dikabulkan. Industri rokok gigit jari.
Anggota Banggar DPR En­dang Srikarti Handayani men­gatakan, akan jadi preseden buruk jika permintaan Gabun­gan Produsen Rokok Indonesia (Gaprindo) agar target kenaikan cukai diturunkan. Sebab, saat ini pemerintah sedang menggali potensi penerimaan untuk pem­bangunan infrastruktur.

"Kami pribadi menolak per­mintaan Gaprindo agar pen­erimaan sektor cukai diturunkan lagi. Sebab, itu akan menambah defisit," ujar rapat dengar penda­pat bersama dengan Gaprindo, di gedung DPR, kemarin.

Hal senada dikatakan oleh Ang­gota Banggar DPR Andi Achmad Dara. Dia meminta, Komisi XI DPR tidak menurunkan target penerimaan cukai rokok. Seba­liknya, target cukai Rp 148 triliun ini justru diperkuat.

"Ini kan yang dikenakan cukai per batang, artinya konsumsi rokok naik ngapain diturunkan (kenaikan cukai rokok)," ujarnya

Ketua Banggar DPR Aziz Syamsudin mengatakan, ada pemahaman berbeda dengan Gaprindo terkait kenaikan tar­get cukai rokok. "Biarlah nanti Komisi XI yang memutuskan. Sebab, kenaikan penerimaan cukai rokok itu hanya 0,5 persen, target APBN 2018 itu kan Rp 148 triliun dari 2017 yang hanya Rp 147 triliun," ujarnya.

Menurutnya, perbedaan pema­haman perlu diperjelas sehingga tidak salah dalam memberikan penafsiran. "Makanya kami minta data Gaprindo. Perhitun­gan mereka sampai 4,8 persen itu di mana? Kalau minta sebesar itu sementara kita hanya 0,5 persen berarti kan enggak ada masalah," kata dia.

Banggar menyerahkan masalah ini sepenuhnya pada pem­bahasan penerimaan cukai rokok di Komisi XI DPR. Pasalnya, kewenangan ada di komisi dan panja, sementara banggar hanya menerima masukan.

Industri Lesu

Ketua Umum Gaprindo Mu­haimin Moefti mengatakan, saat ini industri rokok sedang lesu dan apabila tetap dikenakan dikhawatirkan dampaknya bakal meluas. "Permintaan kita itu su­dah jelas. Kami ingin kenaikan target cukai yang ditetapkan dalam APBN 2018 tidak lebih dari 4,8 persen dari realisasi Perubahan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) 2017," ujarnya.

Menurutnya, informasi dan data yang didapat Gaprindo ternyata target penerimaan cukai naik 4,8 persen dalam APBN 2018 dari target tahun ini. Ke­naikan tersebut dinilai terlalu besar, sebab saat industri rokok terlalu banyak tekanan.

"Di antaranya volume produk­si lagi sedang berat-beratnya. Selain itu, industri rokok secara keseluruhan juga berat. Apalagi produksi tembakau dalam negeri lagi lesu. Bahkan, tekanan-tekanan masih berat bagi kami," bebernya.

Kendati begitu, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa, selain men­desak Banggar DPR. Mengingat, Gaprindo mendapat informasi besok (hari ini) sudah ditetapkan target penerimaan negara, ter­masuk sektor cukai rokok.

Padahal sambungnya kalau dipaksakan, maka industri rokok nasional akan mengalami keter­purukan. Sebab, saat ini produksi tembakau lagi menurun, belum lagi biaya-biaya produksi baik dan permintaan rokok juga terus menurun.

Ia menambahkan, Gaprindo juga keberatan dengan Pera­turan Menteri Keuangan (PMK) No. 57 tahun 2017 tentang Penundaan Pembayaran Cukai untuk Pengusaha Pabrik atau Importir Barang Kena Cukai yang Melaksanakan Pelunasan dengan Cara Pelekatan Pita Cukai. Regulasi baru itu akan berpengaruh pada peningkatan beban cukai pada 2018.

Moefti menyampaikan, regu­lasi tersebut dikhawatirkan akan mengurangi volume produksi rokok. Hal itu mengingat vol­ume produksi rokok mengalami tren penurunan sejak 2016

Pada 2016, volume produksi rokok menurun sebesar 2 persen atau sekitar 342 miliar batang. Sedangkan pada 2017, Gaprindo memprediksi volume produksi rokok akan turun sebesar 3 persen menjadi 330 miliar ba­tang. [rmol]

Komentar Pembaca
PAN Akan Nobar Film G30S/PKI

PAN Akan Nobar Film G30S/PKI

SELASA, 19 SEPTEMBER 2017 , 18:00:00

Siapa Berani Lawan Gatot?

Siapa Berani Lawan Gatot?

SELASA, 19 SEPTEMBER 2017 , 16:00:00

Biaya Kampanye Tinggi, Korupsi Merajalela

Biaya Kampanye Tinggi, Korupsi Merajalela

SELASA, 19 SEPTEMBER 2017 , 14:00:00

Wisuda Gubernur Tengku Erry Nuradi

Wisuda Gubernur Tengku Erry Nuradi

SENIN, 21 AGUSTUS 2017 , 14:41:00

Pengukuhan Paskibraka Sumut

Pengukuhan Paskibraka Sumut

RABU, 16 AGUSTUS 2017 , 07:58:00

SAMBUT KEPULANGAN

SAMBUT KEPULANGAN

RABU, 09 AGUSTUS 2017 , 17:00:00