Peternakan Negara Tropis Tingkatkan Kedaulatan Pangan

Ekonomi  RABU, 13 SEPTEMBER 2017 , 18:38:00 WIB

Peternakan Negara Tropis Tingkatkan Kedaulatan Pangan

Net

RMOLSumut. Peternakan di negara-negara tropis secara signifikan mampu meningkatkan kedaulatan pangan.
"Peran peternakan di negara-negara tropis menjadi penting untuk membangkitkan kemandirian karena fungsi peternakan sebagai tabungan, akumulasi modal. Serta untuk menyuplai input bagi tanaman pangan melalui produksi kotoran yang dapat diolah menjadi pupuk," jelas Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Ali Agus dalam keterangannya, Rabu (13/9).

Menurutnya, upaya mengukur kontribusi peternakan pada kedaulatan pangan di negara-negara tropis sangat penting untuk mengidentifikasi keunggulan dan daya saing komoditas dan produk turunannya. Prof. Ali menunjukkan bahwa para petani di negara tropis tidak memiliki kekuatan mengontrol mekanisme produksi pangan dan kebijakannya. Hal ini disebabkan petani di daerah tropis seringkali dicirikan dengan skala usaha yang kecil dan subsisten.

Hewan ternak telah melekat pada kehidupan petani kecil di negara-negara tropis. Karena itu, melibatkan rumah tangga petani kecil dalam mekanisme produksi dan kebijakan berarti ikut mengamankan kedaulatan pangan sebuah negara.

Rektor UGM Prof. Panut Mulyono menambahkan, dalam pengertian yang lebih komprehensif, kedaulatan pangan tidak hanya diartikan sebagai ketersediaan pangan tetapi juga akses terhadap pangan yang berbasis potensi lokal.

"Indonesia dan negara-negara tropis lain kaya akan sumber daya ternak lokal dan keanekaragaman ternak. Ini adalah aset potensial yang berguna dalam pasar domestik maupun internasional di masa mendatang," katanya.

Namun, di negara-negara tropis produksi ternak masih dijalankan oleh peternak kecil.

"Permasalahan-permasalahan seperti tidak seimbangnya supply dan demand produk ternak tropis di pasar, kapasitas dan kapabilitas peternak yang masih rendah. Dan kurangnya inovasi dan teknologi menjadi tantangan bagi tercapainya kedaulatan pangan," beber Prof. Panut.

Untuk memecahkan permasalahan tersebut diperlukan sinergi antara pada stakeholders yaitu pemerintah, peternak, masyarakat, peneliti, dan akademisi. [rtw/rmol]  

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 16:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 14:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 20:00:00

Effendi Simbolon di Warkop Siantar

Effendi Simbolon di Warkop Siantar

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 16:55:00

Cek Senjata Personil

Cek Senjata Personil

KAMIS, 12 OKTOBER 2017 , 20:36:00

Press Conference AKSIS 2017

Press Conference AKSIS 2017

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 17:19:00