Warga Samosir Ngadu Ke Komnas HAM Dan Mabes Polri

Sudah Hampir 2 Bulan Kasus Penganiayaan Aktivis Lingkungan Belum Jelas

Hukum  SENIN, 18 SEPTEMBER 2017 , 12:04:00 WIB

Warga Samosir Ngadu Ke Komnas HAM Dan  Mabes Polri
RMOLSumut.  Sudah hampir dua bulan kasus penganiayaan yang terjadi kepada dua orang aktivis lingkungan hidup di Samosir tidak ditangani oleh Kepolisian setempat.
Akibatnya, Kapolres Samosir pun dilaporkan warga ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Divisi Profesi dan Pengamanan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Propam Polri) di Jakarta.

Ketua Tim Advokasi Perlindungan Masyarakat Danau Toba (Tapmadato) Sandi Ebenezer Situngkir bersama puluhan lawyer dan anggota masyarakat Kawasan Danau Toba (KDT) beserta salah seorang aktivis lingkungan hidup yang merupakan korban penganiayaan itu, Jhohannes Marbun mendatangi Kantor Komnas HAM di Jalan Latuharhari, Jakarta Pusat.

"Kami melaporkan dugaan kriminalisasi yang dilakukan aparat kepolisian di Samosir terhadap sahabat kita aktivis lingkungan Jhohannes Marbun dan Sebastian Hutabarat. Kami laporkan ke Komnas HAM dan Propam Mabes Polri atas dugaan permainan pengusutan kasus ini," tuturnya.

Sandi mengatakan, di Komnas HAM, mereka diterima oleh Komisioner Komnas HAM Sandra Moniaga dan stafnya. Kepada Komnas HAM, jelasnya, tim ini memohon agar diberikan perhatian sesuai kewenangannya mengirimkan Surat kepada Kapolri, untuk memerintahkan Kapolda Sumatera Utara agar segera menangani perkara ini.

"Kita sampaikan juga ke Komnas HAM untuk melakukan pengawasan melalui kewenangan pemantauan dan invesĀ­tigasi sesuai ketentuan Undang-undang," ujarnya.

Di Komnas HAM, Komisioner Sandra Moniaga berjanji akan segera menindaklanjuti laporan itu. "Pasti akan kami tindaklanjuti sesuai kewenangan yang ada pada kami," ujarnya.

Memang, dia menambakan, hampir sepanjang tahun, laporan terbanyak yang masuk ke Komnas HAM salah satunya adalah tentang tindakan kepolisian kepada masyarakat yang dianggap melanggar HAM. Karena itu, Sandra juga berjanji akan menyampaikan hal itu juga kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Usai dari Komnas HAM, rombongan juga melaporkan Kapolres Samosir ke Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Kadiv Propam Mabes Polri) Irjen Pol Martuani Sormin.

Dijelaskan Sandi, pihaknya diterima oleh Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Pol Martuani Sormin dan berjanji segera menurunkan tim ke Sumatera Utara untuk menindaklanjuti laporan itu. "Pak Kadiv Propam Mabes Polri memastikan bahwa laporan kita akan segera ditindaklanjuti," ungkapnya.

Martuani mengatakan, jika ditemukan pelanggaran yang dilakukan oleh Kapolres dan anggotanya dalam pengusutan kasus ini, maka akan segera diambil tindakan tegas. "Laporan ini pasti akan ditindaklanjuti. Jika tim menemukan pelanggaran, akan diambil sanksi. Sanksi terberat dari kita ya diberhentikan dengan tidak hormat," terangnya.

Dalam kesempatan pelaporan itu, Martuani juga meminta penyidik di Divisi Propam Mabes Polri melakukan pemeriksaan atau mengambil keterangan dari korban penganiayaan, Jhohannes Marbun. "Biar bisa langsung diproses," tuturnya. [hta]

 

Komentar Pembaca
AHY Kandidat Terkuat Demokrat

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

JUM'AT, 20 OKTOBER 2017 , 20:00:00

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

JUM'AT, 20 OKTOBER 2017 , 18:00:00

Prabowo Dinasihatin Agung Laksono

Prabowo Dinasihatin Agung Laksono

JUM'AT, 20 OKTOBER 2017 , 16:00:00

SK Cagub Golkar

SK Cagub Golkar

SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 , 16:11:00

Parkir Sembarangan

Parkir Sembarangan

KAMIS, 24 AGUSTUS 2017 , 18:13:00

Korban Puting Beliung Tuntungan

Korban Puting Beliung Tuntungan

JUM'AT, 25 AGUSTUS 2017 , 12:56:00