Didominasi Pembagian Sertifikat Tanah, SPI Kritisi Program Reforma Agraria Pemerintah

Politik  SELASA, 19 SEPTEMBER 2017 , 21:51:00 WIB | LAPORAN:

Didominasi Pembagian Sertifikat Tanah, SPI Kritisi Program Reforma Agraria Pemerintah
RMOLSumut. Untuk mewujudkan reforma agraria, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencanangkan program pendistribusian tanah seluas 9 juta hektar pada Nawa Cita yang kemudian digolongkan sebagai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Namun, program tersebut didominasi oleh pembagian setifikat tanah, yaitu sebesar 4,5 juta hektar sertifikasi. Sementara lainnya adalah pelepasan kawasan hutan sebesar 4,1 juta hektar, serta 0,4 juta hektar dari HGU habis, tanah terlantar, dan tanah negara lainnya.

Menurut Sekretaris Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Serikat Petani Indonesia (SPI) Agus Ruli Ardiansyah menegaskan, bahwa program tersebut terlalu lemah untuk menuntaskan permasalahan agraria di Indonesia.

"Dimana hingga hari ini ketimpangan penguasaan tanah masih sangat tinggi yang menempatkan petani dalam kepemilikan terkecil," katanya, Selasa (19/9).

Agus Ruli menjelaskan, proses pelaksanaan dari program tersebut tidak dilakukan secara serius oleh pemerintah. Pasalnya, pemerintah tidak memiliki data yang jelas terkait obyek maupun subyek dari sertifikasi maupun pelepasan kawasan hutan tersebut.


Komentar Pembaca


The ads will close in 10 Seconds