Foto Perangkat Kampanye Jokowi-Gatot Beredar Di Medsos, Siapa yang Diuntungkan?

Politik  SELASA, 10 OKTOBER 2017 , 14:03:00 WIB | LAPORAN: FAJAR SIDDIK

Foto Perangkat Kampanye Jokowi-Gatot Beredar Di Medsos, Siapa yang Diuntungkan?

Net

RMOLSumut. Beredarnya foto yang menunjukkan perangkat kampanye di media sosial, antara lain topi dan celana bertuliskan "BERSAMA JAGO (JOKOWI-GATOT) 2019-2024 KITA MENANG", lengkap dengan foto Jokowi dan Gatot Nurmantyo, menimbulkan beragam reaksi dari publik.  
Menanggapi hal itu, pengamat politik Shohibul Anshor Siregar mengatakan bahwa munculnya gambar tersebut di media sosial menunjukkan bahwa para rezim saat ini dan pendukungnya sangat menginginkan Jokowi dapat dengan mudah memenangkan kembali Pilpres pada 2019 mendatang.

"Rezim yang sekarang dan para pendukungnya, baik kekuatan elit ekonomi maupun level menengah dan bawah sangat berkeinginan agar Presiden Jokowi dapat dengan mudah melenggang untuk melanjutkan kepemimpinan ke periode berikut melalui sukses nasional 2019," katanya kepada RMOLSumut.com melalui pesan tertulis, Selasa (10/10).  

Selain itu, keputusan-keputusan politik belakang ini juga menjadi siyal yang memperkuat keinginan rezim saat ini dan para pendukungnya.

"Itu tergambar jelas dari design UU Pemilu terutama soal presidential threshold yang begitu kontroversial," ujar Shohibul Anshor.

Sedangkan kaitannya pada Gatot Nurmantyo, Shohibul Anshor menilai bahwa Gatot tidak secara sengaja merancang dirinya sebagai sosok yang berpotensi menguatkan Jokowi di Pilpres 2019.

"Fakta yang tak terbantahkan hari ini ialah bahwa sosok Gatot Nurmantyo seakan tampil dalam pentas nasional untuk menjadi alter kekuatan dan potensi Jokowi meraih kembali kepemimpinan nasional untuk periode kedua. Saya tak melihat itu sebagai tujuan yang dirancang dengan sadar oleh Gatot Nurmantyo," jelasnya.  

"Karena itu saya berkeyakinan bahwa Panglima TNI Gatot Nurmantyo sama sekali tidak pernanh berkeinginan untuk meng-alter (menyaingin) Presiden RI dan ia tak pernah berniat menjadi Capres nanti pada tahun 2019," sambungnya.

Namun, lanjut Shohibul, Gatot Nurmantyo dapat berbalik kondisinya menjadi ancaman bagi Jokowi di Pilpres 2019, jika rakyat semakin kehilangan kepercaan terhadap kepemimpinan Jokowi dan menginginkan Gatot untuk menjadi Presiden.

"Tetapi jika ia nanti sudah berhenti dari tugas militer, kira-kira siapa yang bisa melarangnya untuk memenuhi permintaan rakyat di tengah krisis kepercayaan yang mulai menguat terhadap kepemimpinan Jokwi? Bagi para pendukungnya berpasangan dengan Jokowi pada tahun 2019 nanti bukan pilihan. Aspirasi itu jelas terbaca," demikian Shohibul Anshor. [sfj]

Komentar Pembaca
Gubernur DKI Jangan Banyak Pencitraan

Gubernur DKI Jangan Banyak Pencitraan

KAMIS, 19 OKTOBER 2017 , 22:00:00

BAZNAS Layani 1.000 Pengungsi Rohingya

BAZNAS Layani 1.000 Pengungsi Rohingya

KAMIS, 19 OKTOBER 2017 , 20:00:00

Parpol Religius Bakal Tergerus

Parpol Religius Bakal Tergerus

KAMIS, 19 OKTOBER 2017 , 16:00:00

Wisuda Gubernur Tengku Erry Nuradi

Wisuda Gubernur Tengku Erry Nuradi

SENIN, 21 AGUSTUS 2017 , 14:41:00

SK Cagub Golkar

SK Cagub Golkar

SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 , 16:11:00

Parkir Sembarangan

Parkir Sembarangan

KAMIS, 24 AGUSTUS 2017 , 18:13:00