Effendi Simbolon: Begal Marak Akan Menggangu Investasi dan Perekonomian di Sumut

Politik  RABU, 11 OKTOBER 2017 , 18:20:00 WIB | LAPORAN: ROBEDO GUSTI

Effendi Simbolon: Begal Marak Akan Menggangu Investasi dan Perekonomian di Sumut

Effendi Simbolon/RMOLSumut

RMOLSumut. Sorotan atas maraknya kasus perampokan dan begal di Sumatera Utara juga muncul dari kalangan anggota DPR RI Effendi Simbolon. Menurutnya kasus ini secara langsung akan berpengaruh terhadap kegiatan investasi dan laju perekonomian. Sebab, para investor dan pelaku usaha selalu menjadikan faktor kondusifitas sebagai salah satu pertimbangan sebelum berinvestasi.
"Selama ini Kota Medan dikenal sebagai pusat perekonomian dan investasi di luar Pulau Jawa. Kita harus mempertahankan prestasi itu bakna meningkatkannya. jangan sampai direbut  kota-kota lain yang sedang berusaha mengembangkan iklim investasinya lewat berbagai cara, termasuk dengan menekan  kriminalitas  untuk meningkatkan keamanan guna memikat investor,” katanya, Rabu (11/10).

Effendi menjelaskan data kepolisian mencatat, khususnya Kota Medan telah terjadi  77 kasus begal sepanjang  Januari-September 2017, dimana 62 kasus berhasil diungkap.

Namun, kasus begal itu tetap saja terjadi, sebagaimana sepekan lalu tiga  warga  Kota Medan  kembali menjadi korban aksi begal. Mereka adalah Wita Astuti  (32 tahun) yang bekerja sebagai karyawan PT Ace Hardware, lalu seorang  wiraswasta bernama Supriyanto (45 tahun), dan  Lily (49 tahun) yang merupakan seorang guru SMA swasta Sutomo I. Ketiga korban mengalami luka parah bahkan ada yang patah tulang, sedangkan harta bendanya dilarikan para begal.

Hal ini belum lagi kasus begal sebelumnya terhadap para sopir angkutan online dimana para korbannya meninggal dunia.

"Selain menumpas pelaku begal, pihak  kepolisian juga  mesti  mengejar sumber  penyebab  maraknya aksi  kriminal," ujarnya.  

Effendi Simbolon, figur pemimpin yg mendapat banyak dukungan menjadi gubernur Sumut itu menambahkan, polisi juga  harus mengedepankan hukum dalam pemberantasan aksi begal. "Proses hukum  perlu ditegakkan dengan membawa  terduga  pelaku begal  ke pengadilan, kecuali dia tertangkap tangan melakukan kejahatan itu dan memberikan perlawanan terhadap petugas polisi yang hendak mengamankannya. Perlu diingat penindakan terhadap pelaku kejahatan juga ikut jadi perhatian para investor," ujarnya.

Terpisah, pengamat Hukum Sumatera Utara (Sumut) ‎Redyanto Sidi mengatakan terdapat  2 faktor penyebab dan sekaligus menjadi tugas bagi pihak kepolisian untuk menciptakan kembali rasa aman dan nyaman. Dia mengemukakan, polisi  harus meningkatkan kegiatan pemberantasan  begal sekaligus menekan peredaran narkoba dengan segera menangkap para bandar pengedarnya.

"Itu sebabnya kita sangat mendukung tindakan Kapolda yang mengaktifkan kembali Tim Anti Begal, dengan begitu Sumatera Utara kembali aman sehingga kegiatan perekonomian meningkat," kata Redyanto.[rgu]

Komentar Pembaca
Gubernur DKI Jangan Banyak Pencitraan

Gubernur DKI Jangan Banyak Pencitraan

KAMIS, 19 OKTOBER 2017 , 22:00:00

BAZNAS Layani 1.000 Pengungsi Rohingya

BAZNAS Layani 1.000 Pengungsi Rohingya

KAMIS, 19 OKTOBER 2017 , 20:00:00

Parpol Religius Bakal Tergerus

Parpol Religius Bakal Tergerus

KAMIS, 19 OKTOBER 2017 , 16:00:00

Wisuda Gubernur Tengku Erry Nuradi

Wisuda Gubernur Tengku Erry Nuradi

SENIN, 21 AGUSTUS 2017 , 14:41:00

SK Cagub Golkar

SK Cagub Golkar

SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 , 16:11:00

Parkir Sembarangan

Parkir Sembarangan

KAMIS, 24 AGUSTUS 2017 , 18:13:00