Ternyata Sumatera Utara Punya "Segudang" Masalah Di Sektor Pariwisata

Ragam  KAMIS, 12 OKTOBER 2017 , 19:53:00 WIB | LAPORAN: FAJAR SIDDIK

Ternyata Sumatera Utara Punya

Edy Sitepu

RMOLSumut. Sejatinya, Sumatera Utara memiliki potensi pariwisata yang sangat kaya. Salah satunya adalah Danau Toba.
Bahkan, dengan potensi besar yang dimiliki Danau Toba, pemerintah menbuat suatu badan yang dinamakan Badan Otoritas Danau Toba (BODT).

Namun, adanya BODT justru tidak membuat arah pembangunan Danau Toba sebagai potensi pariwisata yang dapat diandalkan oleh Sumatera Utara, menjadi jelas.

Sebaliknya, meski ada BODT, terjadi "tarik-menarik" dalam pengelolaan Danau Toba sebagai potensi pariwisata. 

Hal tersebut disampaikan oleh Fasilitator Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Kementerian Pariwisata, Edy Sitepu saat diwawancarai RMOLSumut.com, Kamis (12/10).   

"Dapat kita lihat dengan jelas, terjadi 'tarik-menari' dalam pengelolaan danau toba antara BODT dan sejumlah pihak," katanya.

Masalah dalam pengelolaan Danau Toba tersebut ternyata tidak menjadi satu-satunya masalah pada sektor pariwisata Sumatera Utara.

Edy mengungkapkan bahwa Sumatera Utara memiliki "segudang" masalah pada sektor pariwisata. Hal tersebut, lanjutnya, akan menghambat pertumbuhan ekonomi, baik daerah maupun masyarakatnya.

"Bisa dikatakan bahwa Sumut memiliki 'segudang' masalah di sektor pariwisata, sangat disayangkan. Padahal, pariwisata di Sumut akan sangat berpengaruh terhadap meningkatnya ekononomi daerah dan provinsi jika dimaksimalkan pengelolaanya," ungkapnya.

Contohnya, pada fasilitas informasi untuk turis lokal maupun asing. Dikatakan Edy, Sumut dan seluruh kabupaten/kota di dalamnya belum memiliki fasilitas yang memadai.
 
"Kita tidak punya tourism information center yang memadai. Turis dibiarkan mencari informasi sendiri. Harusnya mampu mengintegrasikan seluruh potensi wisata di Sumatera Utara, termasuk UKM-nya," jelasnya.

Selain itu, Edy juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara belum terlihat menerapkan Peraturan Menteri Pariwisata No. 14 Tahun 2016 tentang Tata Pengelolaan Destinasi Pariwisata.

"Dalam peraturan menteri itu, wisata harus ikut meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar, pelestarian lingkungan dan budaya secara berkesinambungan. Namun nyatanya, Sumatera Utara belum melaksanakannya," demikian Edy. [sfj]


Komentar Pembaca
Gubernur DKI Jangan Banyak Pencitraan

Gubernur DKI Jangan Banyak Pencitraan

KAMIS, 19 OKTOBER 2017 , 22:00:00

BAZNAS Layani 1.000 Pengungsi Rohingya

BAZNAS Layani 1.000 Pengungsi Rohingya

KAMIS, 19 OKTOBER 2017 , 20:00:00

Parpol Religius Bakal Tergerus

Parpol Religius Bakal Tergerus

KAMIS, 19 OKTOBER 2017 , 16:00:00

Wisuda Gubernur Tengku Erry Nuradi

Wisuda Gubernur Tengku Erry Nuradi

SENIN, 21 AGUSTUS 2017 , 14:41:00

SK Cagub Golkar

SK Cagub Golkar

SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 , 16:11:00

Parkir Sembarangan

Parkir Sembarangan

KAMIS, 24 AGUSTUS 2017 , 18:13:00