ACTA: Pidato Anies Tidak Salahi Inpres 26/1998

Politik  RABU, 18 OKTOBER 2017 , 12:24:00 WIB

ACTA: Pidato Anies Tidak Salahi Inpres 26/1998

Foto/Net

RMOLSumut. Pidato politik perdana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menukil kata pribumi tidak bertentangan dengan aturan hukum apapun, termasuk Inpres 26/1998. Apalagi kata itu dipakai Anies untuk menjelaskan konteks sejarah kolonialisme di masa lalu.
Begitu tegas Ketua Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Habiburokhman seperti diberitakan RMOLJakarta, Rabu (18/10).

"Kita harus pahami bahwa Inpres 26/1998 mengatur penghentian penggunaan istilah pribumi dan non pribumi dalam semua perumusan dan penyelenggaraan kebijakan, perencanaan program, ataupun pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan. Jadi tidak ada larangan memakai istilah pribumi dalam menjelaskan konteks sejarah," jelas.

Habiburokhman menjelaskan bahwa spirit utama Inpres 26/1998 yang ditandatangani oleh Presiden ke-3 RI BJ Habibie terdapat pada poin 2, yang mengatur keharusan adanya perlakuan dan layanan yang sama kepada seluruh warga negara Indonesia dalam penyelenggaraan layanan pemerintahan dan meniadakan pembedaan dalam segala bentuk, baik atas dasar suku, agama, ras maupun asal-usul dalam penyelenggaraan layanan tersebut.

Oleh karena itu, menurut dia, tidak satu katapun Pidato Anies yang mengarah pada pembedaan perlakuan yang diamanatkan poin 2 Inpres 26/1998 tersebut.

"Justru Anies secara lugas mengatakan kini saatnya kita jadi tuan rumah di negeri sendiri," tegasnya.
 
Dia merasa khawatir respon berlebihan terhadap pidato Anies memiliki muatan politis. Sebab respon yang sama tidak muncul saat Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengucapkan istilah yang sama.

Jokowi misalnya pernah menyebut lapangan kerja untuk pribumi, JK menyebut publik tidak mencurigai penguasa pribumi, adapun Mega mengatakan pendidikan untuk pribumi.

"Jadi kami berharap perdebatan soal pidato Anies tidak berkepanjangan. Mari sama-sama kita beri dia kesempatan untuk kerja melayani seluruh masyarakat dan menepati janji-janji kampanyenya," demikian Habiburokhman.[rgu/rmol]


Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 16:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 14:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 20:00:00

Effendi Simbolon di Warkop Siantar

Effendi Simbolon di Warkop Siantar

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 16:55:00

Cek Senjata Personil

Cek Senjata Personil

KAMIS, 12 OKTOBER 2017 , 20:36:00

Press Conference AKSIS 2017

Press Conference AKSIS 2017

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 17:19:00