Menanti Perhatian Cagubsu Dalam Penanganan Pengungsi Rohingya

Oleh Muhammad Iqbal

Politik  KAMIS, 02 NOVEMBER 2017 , 14:25:00 WIB

Menanti Perhatian Cagubsu Dalam Penanganan Pengungsi Rohingya

Foto/RMOLSumut

RMOLSumut. Jika kita berkaca pada fenomena politik tanah air, terutama pasca gerakan massal 414 dan 212, isu politik identitas menyeruak deras ke permukaan. Tak bisa dipungkiri, politik tanah air terbelah antara fundamentalis dan kaum plural atau yang menyebut dirinya sebagai kaum bhinneka. Dikotomi ini tercipta di tengah pertempuran Pikada DKI Jakarta yang keras dan menguras emosi masyarakat se Indonesia. Efek Pilkada DKI tentu saja belum akan menguap dalam waktu dekat serta dipercaya akan berdampak ke wilayah lain. Sumatera Utara sebagai provinsi yang memiliki keberagaman otentik kali ini di uji kematangan warganya di dalam gelaran Pilkada.

Menarik jika kita saksikan, isu-isu agama tetap menjadi perhatian khusus bagi elit dalam memainkan politik di Sumatera Utara. Kabar yang berhembus menyebutkan petinggi-petinggi parpol sangat berhati-hati menentukan nama jagoan mereka di Pilgubsu. Pasangan yang diprediksi rentan terkena hembusan isu agama, dipastikan tidak akan diusung.

Lalu jika kemudian isu agama tetap menjadi komoditi politik saat itu, bagaimana cara mengkapitalisasinya bagi para kandidat yang akan bertarung di Pilgubsu? Di tengah era demokrasi dewasa ini, isu-isu kemanusiaan menjadi komoditi andalan dalam kontestasi politik, disamping isu ekonomi dan kesejahteraan sosial.

Praktis salah satu caranya adalah memberikan perhatian khusus pada isu kemanusiaan berbalut agama adalah memberikan perhatian khusus kepada para pengungsi Rohingya di wilayah Sumut. Jika kita telisik sepanjang sejarah gelaran Pilkada, memang pendekatan melalui kegiatan kemanusiaan dan isu keagamaan sudah sering dilakukan oleh para calon kepala daerah di berbagai kesempatan Pilkada. Namun kali ini sedikit berbeda, terkhusus Rohingya, para kandidat Gubsu-Wagubsu bisa menarik simpati pemilih Islam dengan menempatkan perhatian mereka kepada para pengungsi Rohingya sekaligus memberikan gambaran ke publik bahwa pesta demokrasi tetap ramah dan tamah kepada warga pencari suaka.

Isu krisis di Rohingya memang merupakan sebuah pembahasan internasional yang cukup hangat diperbicangkan di dalam negeri. Sumatera Utara, sebagai salah satu daerah yang menampung pengungsi Rohingya memiliki kapasitas untuk menggelorakan isu penyelesaian krisis Rohingya untuk mengintip kemungkinan para pengungsi kembali ke Myanmar. Oleh karenanya, isu Rohingya bisa dijadikan komoditi politik lokal, kendati skalanya internasional serta tidak bersentuhan dengan kepentingan langsung rakyat setempat. Di tengah keramaian jelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, isu Rohingya bisa menjadi bahan mendongkrak citra para calon. Publik tentu akan menyambut baik jika isu Rohingya menjadi salah satu diskursus selama kontestasi politik lokal Sumatera Utara yang selama ini hanya berkutat di urusan kesejahteraan dan pembangunan infrastruktur semata.


Komentar Pembaca
Golkar Pecah, Sebagian Dukung Prabowo-Sandi

Golkar Pecah, Sebagian Dukung Prabowo-Sandi

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

BENANG MERAH (EPS.156): Menanti Hasil Perburuan SBY

BENANG MERAH (EPS.156): Menanti Hasil Perburuan SBY

SABTU, 22 SEPTEMBER 2018 , 11:00:00

Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi

Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi

JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Perkasa Serahkan Bantuan

Perkasa Serahkan Bantuan

KAMIS, 30 AGUSTUS 2018 , 12:57:00

Trauma Healing Korban Gempa Lombok

Trauma Healing Korban Gempa Lombok

JUM'AT, 10 AGUSTUS 2018 , 15:50:00

Persiapan Pendakian Sabar Gorky 2018

Persiapan Pendakian Sabar Gorky 2018

SABTU, 04 AGUSTUS 2018 , 13:11:00



The ads will close in 10 Seconds