Lewat Kemasan Batik Khusus, Guinness Kampanyekan Toleransi Bangsa

Ragam  JUM'AT, 10 NOVEMBER 2017 , 20:06:00 WIB | LAPORAN: ROBEDO GUSTI

Lewat Kemasan Batik Khusus, Guinness Kampanyekan Toleransi Bangsa

Foto/RMOLSumut

RMOLSumut. Pesan untuk tetap menjaga keutuhan NKRI tidak selamanya harus dituangkan lewat hal-hal yang berbau politik, melainkan juga melalui karya-karya abstrak pada benda yang biasa beredar ditengah masyarakat. Demikian disampaikan Assistant Chief Representative Officer for Diageo in Indonesia, Adrienne Gammie saat meluncurkan kemasan edisi khusus Guinness yang diberi nama One Indonesia Edition.
Pada edisi khusus ini Guinness mengenalkan kemasan bermotif batik karya dua desainer asal Indonesia Darbotz dan Ykha Amelz.

"Motif yang digunakan berupa elemen-elemen kontras untuk menggambarkan bahwa perbedaan dapat bersatu dan menciptakan sesuatu yang lebih bermakna," ungkapnya dalam ramah tamah di salah satu kafe Komplek Center Poin Medan.

Ia menjelaskan kemasan One Indonesia Edition ini tersedia untuk produk Guinness Foreign Extra Stout dan Guinness Zero. Hadirnya kemasan ini untuk menambah semangat mempersatukan keberagaman Indonesia dan menjadikan bangsa yang hebat bersama-sama.

"Guinness One Indonesia Edition terinspirasi oleh prinsip 'Pancha Mahabhuta', yang menggabungkan unsur bertolak belakang seperti api dengan air dan bumi dengan udara untuk menciptakan pola yang harmonis dan menyatu. Untuk desainnya, merupakan perwujudan dari semangat masyarakat Indonesia pada umumnya yang tercermin dalam kerja tim, pengambilan keputusan bersama dan pedoman nasional Bhinneka Tunggal Ika," ujarnya.

Hadirnya kemasan dengan "pesan khusus" ini sendiri mendapat apresiasi dari pegiat dokumenter budaya tradisional, Rahung Nasution. Sosok yang sangat mencintai seluruh budaya lintas suku hingga kuliner nusantara ini mengatakan ide-ide untuk menyampaikan pesan persatuan bangsa menjadi hal yang sangat penting saat ini. Sebab, perbedaan yang ada kini kerap dipandang sebagai pemisah antara satu dengan lainnya.

"Padahal itu pandangan yang salah, perbedaan justru untuk menguatkan satu dengan lain," sebutnya.

Menurut Rahung, ide untuk menyampaikan pesan-pesan seperti yang dilakukan oleh Guinness ini harus diikuti oleh seluruh kalangan masyarakat pada bidang masing-masing. Sebab, tidak selamanya pesan moral tersebut hanya disampaikan secara formal.

"Ketika orang bertanya mengapa kemasannya begini, dan kemudian mendapatkan jawabannya. Maka saat itulah pesannya sampai," pungkasnya.[rgu]

Komentar Pembaca
SBY Prabowo Tidak Bicara Politik Di RSPAD

SBY Prabowo Tidak Bicara Politik Di RSPAD

RABU, 18 JULI 2018 , 19:00:00

Anies Pastikan Tak Maju Pilpres

Anies Pastikan Tak Maju Pilpres

RABU, 18 JULI 2018 , 15:00:00

Menteri Enggar Urus Telur Saja Tidak Becus!

Menteri Enggar Urus Telur Saja Tidak Becus!

RABU, 18 JULI 2018 , 13:00:00

Ijeck Mencoblos

Ijeck Mencoblos

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:21:00

Djarot Mencoblos

Djarot Mencoblos

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:29:00

Sihar Sitorus Mencoblos

Sihar Sitorus Mencoblos

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:43:00