Kampanye Pelestarian Hutan Lewat Kopi

Rumah Kaca  SENIN, 11 DESEMBER 2017 , 15:21:00 WIB | LAPORAN: ROBEDO GUSTI

Kampanye Pelestarian Hutan Lewat Kopi

Foto/RMOLSumut

RMOLSumut. Pelestarian hutan dapat dilakukan bersamaaan dengan peningkatan produksi kopi. Hal ini menjadi bagian kampanye yang dilakukan bersama oleh Komunitas Peduli Hutan Sumatera Utara (KPHSU) dengan para pecinta kopi "North Sumatera Coffe Addicter 2018". Sekjen Komunitas Peduli Hutan Sumatera Utara (KPHSU), Jimmy Panjaitan mengatakan bahwa para pencinta kopi di Sumut menyiapkan program tersebut telah sepakat mengangkat tema dengan 'Love Coffee, Love Forest'.
"Jadi tema itu kita angkat setelah ada kesepakatan yang artinya dari tema tersebut
adalah cinta kopi, cinta hutan," katanya di Medan.

Untuk melestarikan kampanye pelestarian hutan dalam produksi kopi tersebut, mereka juga melibatkan grup musik Fisafatian dan penyair di Medan Zulkarnain Siregar untuk menjadi ambbassador (duta) dalam pelestarian hutan tersebut.

"Kampanye itu dilakukan karena sebagian besar perkebunan kopi berada dalam lingkar kawasan hutan," jelas Jimmy.

Jimmy juga mengungkapkan bahwa dalam pengamatan selama ini, jumlah luas hutan semakin berkurang setiap tahun, akibat banyaknya alih fungsi kawasan hutan. Dimana, kampanye tersebut dibuat agar pecinta kopi, petani, dan pelaku usaha kopi  ikut mendukung kelestarian hutan tanpa menghambat pengembangan industri kopi.

"Kami ingin kampanyekan agar industri kopi bukan hanya terkait ekonomi, tetapi berperan dalam pelestarian hutan. Jadi, bukan hanya memproduksi dan mendistribusikan kopi, melainkan mengajak mencintai hutan sebagaimana mencintai kopi," ungkapnya.

Kampanye tersebut juga membahas intensifikasi tanpa harus memperluas lahan dalam meningkatkan produksi kopi. Dimana, masalah utama dalam produksi kopi di Indonesia bukan terkait luas lahan, melainkan cara intensifikasi guna memberikan hasil maksimal.

"Dari analisa dan kajian yang didapatkan, petani kopi nasional hanya mampu menghasilkan 600-700 kg biji kopi per ha, sedangkan di luar negeri
mampu mencapai 2 ton per ha. Kita ingin mengubah prinsip semakin luas semakin banyak produksi. Kita juga akan mengajak kerja sama penyuluh dari Dinas Pertanian dan Dinas Perkebunan untuk mengedukasi masyarakat dalam intensifikasi perkebunan kopi," ujarnya.

Menambahi hal tersebut, vokalis dan gitaris grup Filsafatian, Santus Sitorus mengatakan bahwa kopi telah menjadi simbol nongkrong bagi sebagian besar anak muda. Karena itu, pihaknya akan menciptakan lagu-lagu yang mendorong masyarakat, terutama kalangan anak muda untuk mendukung pelestarian hutan dalam menikmati kopi.

"Sekarang anak muda, terutama anak-anak mahasiswa nongkrong selalu ngopi.

Makanya melalui musik, kami mengajak mahasiswa  khususnya mahasiswa Pertanian untuk peduli dengan pertanian terutama kopi," ungkapnya.

Komentar Pembaca
Negeri Katanya

Negeri Katanya

KAMIS, 18 JANUARI 2018

LGBT Mengancam Generasi Penerus Bangsa
Sajak Paman Donald

Sajak Paman Donald

SELASA, 19 DESEMBER 2017

Aku Iri

Aku Iri

JUM'AT, 08 DESEMBER 2017

Alam Tak Pernah Memberi Bencana

Alam Tak Pernah Memberi Bencana

SELASA, 05 DESEMBER 2017

Membudayakan Mental Inklusif

Membudayakan Mental Inklusif

SENIN, 04 DESEMBER 2017

JK, Peng-Peng Di Balik Impor Beras

JK, Peng-Peng Di Balik Impor Beras

JUM'AT, 19 JANUARI 2018 , 19:00:00

Tak Ada Verifikasi Faktual Dalam UU Pemilu

Tak Ada Verifikasi Faktual Dalam UU Pemilu

JUM'AT, 19 JANUARI 2018 , 17:00:00

Jokowi Manfaatkan Golkar

Jokowi Manfaatkan Golkar

JUM'AT, 19 JANUARI 2018 , 15:00:00

Ucapan Selamat Tahun Baru 2018

Ucapan Selamat Tahun Baru 2018

JUM'AT, 08 DESEMBER 2017 , 11:37:00

Prabowo Subianto

Prabowo Subianto

MINGGU, 07 JANUARI 2018 , 14:08:00

Ketum Hanura di Pesta Bobby-Kahiyang

Ketum Hanura di Pesta Bobby-Kahiyang

JUM'AT, 24 NOVEMBER 2017 , 15:37:00