Ketua IAW: Ada Indikasi Penyimpangan Kewenangan di UIP II Sumut

Peristiwa  SELASA, 12 DESEMBER 2017 , 18:38:00 WIB | LAPORAN: ROBEDO GUSTI

Ketua IAW: Ada Indikasi Penyimpangan Kewenangan di UIP II Sumut

Foto/Net

RMOLSumut. Ketua Indonesia Audit Watch (IAW) Junisab Akbar menyebutkan pihaknya menemukan indikasi penyimpangan kewenangan yang berpotensi memicu kerugian negara pada Unit Induk Pembangunan (UIP) II PT PLN Persero yang meliputi Aceh dan Sumut. Hal ini disampaikannya saat melakukan kunjungan Program Kerja IWA Deteksi Dini Pelaksanaan Proyek BUMN di Medan, setelah sebelumnya memantau rencana pembanunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Yogyakarta.

"Temuan kami berdasar data bahwa dugaan itu diantaranya pertama, PT. ME yang merupakan bahagian dan atau anak perusahaan BUMN Pupuk Indonesia, menjadi rekanan UIP II. Semoga ME sudah terdata didalam Daftar Penyedia Terseleksi (DPT). Model ini sudah sangat lama dikenal di lingkungan PT. PLN. Dasar hukum atas segala persyaratan dalam ketentuan DPT itu diatur sesuai UU Perseroan Terbatas dan UU Ketenagalistrikan serta Keputusan Direksi PT. PLN (Persero)" ungkapnya.

Kedua, lanjut Junisab, pada tahun 2016, PT. ME sesuai surat General Manager UIP II diketahui perusahaan itu ternyata tidak cakap dan atau gagal kerja dalam melaksanakan pekerjaan yang menggunakan uang negara sehingga diblacklist atau dikeluarkan dari DPT UIP II. Ini seharusnya jadi perhatian khusus bagi PT. PLN (Persero). Namun aneh, ketika ganti pimpinan UIP II, PT. ME bisa dengan sangat mudah masuk kembali dalam DPT.

Bahkan PT. ME diundang untuk ikut tender proyek yang menggunakan uang negara padahal seharusnya perusahaan tersebut masuk dalam daftar tidak memiliki kompetensi dan atau hak untuk mengikuti apalagi dimenangkan panitia untuk mengerjakan proyek dilingkungan PT. PLN Persero.

"Karena hal tersebut bertendensi akan mengakibatkan timbulnya kerugian negara maka tidak salah jika aparat Kejaksaan segera menyelidikinya sebab hal seperti itu adalah sebuah bentuk kebijakan yang terlalu menggampangkan kegagalan dari rekanan dalam menata-kelola proyek untuk kepentingan publik yang menggunakan uang negara," sebutnya.


Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.156): Menanti Hasil Perburuan SBY

BENANG MERAH (EPS.156): Menanti Hasil Perburuan SBY

SABTU, 22 SEPTEMBER 2018 , 11:00:00

Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi

Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi

JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Perkasa Serahkan Bantuan

Perkasa Serahkan Bantuan

KAMIS, 30 AGUSTUS 2018 , 12:57:00

Trauma Healing Korban Gempa Lombok

Trauma Healing Korban Gempa Lombok

JUM'AT, 10 AGUSTUS 2018 , 15:50:00

Persiapan Pendakian Sabar Gorky 2018

Persiapan Pendakian Sabar Gorky 2018

SABTU, 04 AGUSTUS 2018 , 13:11:00



The ads will close in 10 Seconds