LGBT Mengancam Generasi Penerus Bangsa

Oleh: Dinda Putri Budi Utami

Rumah Kaca  RABU, 20 DESEMBER 2017 , 11:51:00 WIB

LGBT Mengancam Generasi Penerus Bangsa
RMOLSumut. Topik yang kembali ramai diperbincangkan belakangan ini ialah mengenai kasus LGBT (Lesbian, Gay, Bixesual, dan Transgender) terutama setelah keluarnya putusan Makamah Konstitusi (MK) Indonesia baru-baru ini, yang mana menolak kriminalisasi terhadap kaum LGBT (baru pidana kalau misalnya kepada anak di bawah umur atau dengan paksaan). Masalah LGBT sendiri sebenarnya bukan suatu hal yang baru, namun mulai marak diperbincangkan kembali setelah dilegalkannya pernikahan sesama jenis oleh Makamah Agung (MA) Amerika Serikat di 50 negara bagian.

Tentu masalah LGBT ini sebenarnya cukup meresahkan, sebab manusia tercipta pada umumnya untuk menghasilkan keturunan, yang mana keturunan-keturunan inilah yang selanjutnya akan menjadi penerus untuk melanjutkan kehidupan di bumi. Apabila pernikahan sesama jenis menjadi hal yang lumrah, tentu tidak akan ada proses menghasilkan keturunanan. Sehingga populasi di dunia tentunya akan semakin menurun, bahkan buruknya dapat menyebabkan kepunahan.

Arus globalisasi belakangan ini mengalami perkembangan yang cukup pesat, sehingga sangat mudah untuk siapa saja memperoleh infomasi dari seluruh penjuru dunia, hanya bermodalkan sebuah smartphone. Meski tidak dapat dipungkiri bahwa hal ini tentunya membawa sisi negatif pula seperti, mudahnya masuk pengaruh budaya lain ke Indonesia. Salah satunya adalah budaya barat yang banyak dianggap jauh lebih keren daripada budaya timur itu sendiri.

Meski hal ini tak sepenuhnya buruk, tetapi sayangnya kebanyakan orang kadang tidak cukup baik dalam menyaring mana budaya barat yang cukup baik untuk diserap dan mana pula yang sebaiknya dikesampingkan. Sehingga mengikuti saja semua yang bersifat kebarat-baratan.

Dengan maraknya kasus LGBT di internet tentu membuat berbagai macam pihak penasaran dan menggali berbagai informasi mengenai hal tersebut, terutama para remaja yang memiliki rasa penasaran yang cukup tinggi. Seringnya para remaja ini kurang dapat menyerap informasi secara baik, tentu yang menjadi persoalan ialah ketika mereka menganggap LGBT adalah sebuah gaya hidup ala kebarat-baratan yang cukup keren untuk ditiru. Yang mana mereka hanya akan sekedar ikut-ikutan dalam hal tersebut, bukan dikarenakan orientasi seksual mereka yang memang seperti itu.


Komentar Pembaca
PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 17:00:00

Jokowi-Ma

Jokowi-Ma"ruf Diduga Curi Start Kampanye

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 13:00:00

#KataRakyat: Jangan Kampanye Negatif

#KataRakyat: Jangan Kampanye Negatif

RABU, 17 OKTOBER 2018 , 19:00:00

Perkasa Serahkan Bantuan

Perkasa Serahkan Bantuan

KAMIS, 30 AGUSTUS 2018 , 12:57:00

Menuju Pelantikan

Menuju Pelantikan

RABU, 05 SEPTEMBER 2018 , 10:07:00

Dijemput KPK

Dijemput KPK

RABU, 26 SEPTEMBER 2018 , 13:25:00



The ads will close in 10 Seconds