Cagubsu dan Wagubsu dalam Karakter Mobile Legend

Catatan Irfan (CAIR)  MINGGU, 07 JANUARI 2018 , 08:57:00 WIB

Cagubsu dan Wagubsu dalam Karakter Mobile Legend
SENJA hari adalah waktu paling asik untuk mengobrol hal-hal ringan nan syahdu. Saya selalu membayangkan kelak akan ada cerita saya, dia, segelas teh hangat dan hujan yang baru saja reda. Tapi bayangan tersebut saya simpan dulu ya, soalnya si dia masih malu-malu untuk dijadikan tokoh utama dalam cerita saya.
Senja kali ini ada cerita yang sedikit asik. Di coffee shop tempat sehari-hari saya duduk dengan hanya memesan mandi (manis dingin) ini, saya menanyai beberapa anak muda yang sudah master ML (Mobile Legend) mengenai karakter ML mana yang paling cocok dengan Calon Gubernur Sumut (CAGUBSU) dan Calon Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu). Mereka langsung tertawa ngakak "Duh, aya-aya wae abang, jangan keliatan kali lah jomblonya, nanyaknya yang aneh-aneh gitu" ucap salah satu anak muda yang kita sebut saja namanya Budi.

Langsung saja saya mulai mengajukan nama. "Ini yang pertama ya, Ijeck" kataku. "Ah Ijeck ini mirip-mirip seperti Lancelot, sama-sama pangeran orang itu bang, mereka lahir dari keluarga bangsawan bang, horang kaya lah" Kata salah satu diantara anak-anak muda itu yang bernama Bima.

Saya lanjutkan dengan mengajukan nama Tengku Erry Nuradi. "Aku lihat Pak Paten ini kayak Zelong bang, namanya saja sudah Tengku ada kebesaran yang ia bawa bang, keluarga besar melayu bang", ucap seorang anak muda yang bernama Tengku Rifki. Ternyata doi Tengku juga.

Nama ketiga yang saya ajukan Edi Rahmayadi. Sosok ini mereka samakan dengan Gatot Kaca, sosok yang kuat dan kokoh, otot kawat dan tulang besi, Panglima Perang.

Terus terakhir saya ajukan nama yang belakangan muncul dan dianggap kuda hitam. Nama tersebut adalah Pak Djarot. Kali ini Budi langsung memberikan jawabannya "Ah sama-sama orang Jawa ini, sor aku bang sama kayak aku dia. Pak Djarot ini cocoknya kayak sosok Moskov, pemimpin yang melanjutkan dari satu masa kepemimpinan, lihatlah kemaren dia melanjutkan kepemimpinan Pak Ahok bang, Pak Djarot ini cinta damai dia bang sama kayak Moskovm juga", cetus Budi.

Berhubung adzan sudah mulai terdengar, pertanyaan saya akhiri. Pertanyaan ini sengaja saya ajukan kepada mereka agar kiranya mereka lebih peduli dengan konstelasi pemilukada yang akan dilaksanakan 6 bulan kedepan.

Barangtentu dengan budaya politik di Sumatera saat ini yang belum membawa angin segar kepada perubahan SUMUT yang lebih baik. Saat ini sudah selayaknya peran serta anak muda di buka lebih luas, bukan hanya untuk mereka anak muda yang telah terjun di politik praktis.

Anak-anak muda yang duduk di coffee shop ini juga berhak ditanyai punya rencana apa untuk daerah atau apa yang bisa mereka berikan untuk daerahnya. Anak anak muda ini telah belajar strategi, mengetahui momentum kapan harus menyerang dan kapan harus bersabar bertahan.

Hidup anak-anak muda pecinta ML (Mobile Legend). [cair]



Komentar Pembaca
The Greatest Showman : Sosok P.T Barnum yang Hilang
Mengapa Marah?

Mengapa Marah?

RABU, 10 JANUARI 2018

Martabat Peradaban Milenial

Martabat Peradaban Milenial

KAMIS, 04 JANUARI 2018

Membaca itu ?

Membaca itu ?

KAMIS, 04 JANUARI 2018

JK, Peng-Peng Di Balik Impor Beras

JK, Peng-Peng Di Balik Impor Beras

JUM'AT, 19 JANUARI 2018 , 19:00:00

Tak Ada Verifikasi Faktual Dalam UU Pemilu

Tak Ada Verifikasi Faktual Dalam UU Pemilu

JUM'AT, 19 JANUARI 2018 , 17:00:00

Jokowi Manfaatkan Golkar

Jokowi Manfaatkan Golkar

JUM'AT, 19 JANUARI 2018 , 15:00:00

Ucapan Selamat Tahun Baru 2018

Ucapan Selamat Tahun Baru 2018

JUM'AT, 08 DESEMBER 2017 , 11:37:00

Prabowo Subianto

Prabowo Subianto

MINGGU, 07 JANUARI 2018 , 14:08:00

Ketum Hanura di Pesta Bobby-Kahiyang

Ketum Hanura di Pesta Bobby-Kahiyang

JUM'AT, 24 NOVEMBER 2017 , 15:37:00