PM Hungaria: Pengungsi Hanyalah "Penjajah" Muslim

Peristiwa  SELASA, 09 JANUARI 2018 , 13:56:00 WIB

PM Hungaria: Pengungsi Hanyalah

Foto/Net

RMOLSumut. Perdana Menteri Hungaria yakni Viktor Orban menyebut bahwa pengungsi di Eropa hanyalah sekelompok penjajah Muslim dan migran ekonomi yang mencari kehidupan yang lebih baik.
Uni Eropa Ambil Tindakan Hukum Soal Kasus Universitas Bentukan Soros
Komentar itu dibuatnya ketika ditanya oleh koran Blind Jerman mengenai alasan mengapa Hungaria tidak mau menerima pengungsi.

"Kami tidak menganggap orang-orang ini sebagai pengungsi Muslim," kata Orban. Sebaliknya, sambungnya, mereka dianggap sebagai penyerang Muslim.

Dia menambahkan bahwa pencari suaka dari Suriah harus melintasi empat negara terlebih dulu untuk bisa mencapai Hungaria. Dia mengacu pada Turki, Yunani, Makedonia dan Serbia yang merupakan rute umum untuk migran menuju Eropa.

Semua negara tersebut tidak sekaya Jerman namun stabil secara ekonomi.

"Jadi, mereka tidak memilih untuk hidup (di negara-negara tersebut). Mereka hanyalah migran ekonomi yang mencari kehidupan yang lebih baik," sambungnya.

Orban juga menambahkan bahwa tidak ada pengungsi yang ingin pergi ke Portugal, misalnya. Hal itu memperkuat asumsinya bahwa mayoritas pencari suaka hanya ingin tinggal di Jerman yang makmur.

"Alasan mengapa orang di negara Anda bukan karena mereka adalah pengungsi, tapi karena mereka menginginkan kehidupan Jerman," katanya.

Orban secara khusus menargetkan kebijakan 'open-door' Jerman dan Kanselir Angela Merkel terhadap pencari suaka.

"Saya tidak pernah mengerti bagaimana kekacauan, anarki dan penyeberangan perbatasan ilegal dipandang sebagai sesuatu yang baik di negara seperti Jerman, yang kami anggap sebagai contoh terbaik tentang disiplin dan peraturan hukum," katanya seperti dimuat Russia Today.[rgu]



Komentar Pembaca
Ijeck Mencoblos

Ijeck Mencoblos

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:21:00

Djarot Mencoblos

Djarot Mencoblos

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:29:00

Sihar Sitorus Mencoblos

Sihar Sitorus Mencoblos

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:43:00