Ahok Sebaiknya Jadi Mualaf, Belajar Dan Mencintai Islam

Oleh: Natalisu Pigai

OPINI  SELASA, 09 JANUARI 2018 , 20:18:00 WIB

Ahok Sebaiknya Jadi Mualaf, Belajar Dan Mencintai Islam
HADIRNYA Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam panggung politik mewarnai dinamika politik Indonesia selama empat tahun terakhir. Ahok adalah magnet yang mampu menaikkan turbulensi politik, mengadirkan turbulensi sosial.

Gerakan Ahok juga telah mengantarkan rakyat Indonesia dalam alam pikir baru yaitu imajinasi tentang Ahok sebagai orang baik dan Ahok sebagai orang jahat. Apapun ceritanya Ahok adalah sentrum politik dan sosial nasional karena tekah menggangu fondasi sosial dan fondasi politik, fondasi HAM dan tidak kalah pentingnya adalah fundamental agama.

Apapun ceritanya kehebatan Ahok, bangsa ini memiliki kekayaan nilai luhur, nilai budaya, pepata-pepata kuno nusantara adalah legasi besar. "Kecik bertitik olo ketoro", yang baik kelihatan dan yang jelek akan tampak. "Sebaik-baiknya tupai melompat akhirnya jatuh jua". Ahok rupanya tidak belajar dari nilai-nilai keadaban nusantara. Meskipun Ahok adalah manusia impor, namun dimanapun bumi dipijak, langit selalu dijunjung.

Perilaku arogan terhadap orang kecil dan fakir miskin, perilaku kasar terhadap penduduk kumuh, warga di bantaran sungai yang adakah anak-anak bumi putera, kata-kata yang merendahkan martabat manusia, kolusi sistematis dengan kelompok oligarki mafia taipan hoakiu, perilaku pecundang di balik ketiak penguasa politik dan pemerintah yang ditonjolkan telah mencederai nilai spiritualitas Kristen.

Orang Kristen tidak pernah diajarkan kasar terhadap orang-orang kecil, keberpihakan kepada orang-orang kecil adalah ajaran sosial gereja yaitu option for the poor. Nilai-nilai Kristen secara fundamental ditanamkan ajaran hukum kasih sebagai hukum tertinggi yang diajarkan oleh sang pemilik tunggal (causa prima). Kasihilah Tuhan Allamu, cintailah sesama manusia, menyayangi alam semesta dan segala isinya serta Keunggulan Yesus adalah MENCINTAI MUSUHMU.


Komentar Pembaca
PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 17:00:00

Jokowi-Ma

Jokowi-Ma"ruf Diduga Curi Start Kampanye

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 13:00:00

#KataRakyat: Jangan Kampanye Negatif

#KataRakyat: Jangan Kampanye Negatif

RABU, 17 OKTOBER 2018 , 19:00:00

Perkasa Serahkan Bantuan

Perkasa Serahkan Bantuan

KAMIS, 30 AGUSTUS 2018 , 12:57:00

Menuju Pelantikan

Menuju Pelantikan

RABU, 05 SEPTEMBER 2018 , 10:07:00

Dijemput KPK

Dijemput KPK

RABU, 26 SEPTEMBER 2018 , 13:25:00



The ads will close in 10 Seconds