Terungkap, Seorang Janda di Binjai Tewas Ditangan Kemenakannya Sendiri

Kriminal  JUM'AT, 12 JANUARI 2018 , 14:48:00 WIB | LAPORAN: PUTRA

Terungkap, Seorang Janda di Binjai Tewas Ditangan Kemenakannya Sendiri

Tersangka (baju kuning)/RMOL Sumut

RMOLSumut. Terkuak sudah motif pembunuhan Rosmin br Simanjuntak (61) pensiunan ASN di Pemko Medan, yang ditemukan sudah membiru dan menjadi mayat di dalam kamarnya, tepatnya di Lingkungan l, Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, Selasa (9/1) malam, sekira pukul 21.00 WIB. Korban dibunuh Angga Pranata Hasiholan Simamora (22), seorang tenaga honorer di Tebing Tinggi.
"Motifnya murni perampokan. Korban dibunuh pada hari Sabtu, atau tiga hari sebelum ditemukan jasad korban," tegas Kapolres Binjai AKBP Donald P Simanjuntak, saat melakukan paparan di halaman Mapolres Binjai, Jumat (12/1).

Menurut Kapolres Binjai, antara korban dan tersangka mempunyai hubungan keluarga, sehingga memudahkan tersangka untuk keluar masuk di dalam rumah korban.

"Kesempatan itu yang dimanfaatkan tersangka untuk menguras harta korban, yang berujung pada kematian korban di dalam kamarnya dengan cara dicekik," bebernya.

Dari tangan tersangka yang diamankan oleh Satreskrim Polres Binjai kurang dari 12 jam di rumah pacarnya yang bernama Evi, warga Perumahan Guru SD, Desa Pemantang Ganjang, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, petugas berhasil menemukan barang bukti berupa sepeda motor Vario baru seharga Rp. 22 juta, 2 pasang sepatu, 2 celana panjang, HP 2 unit milik korban, puluhan gram emas milik korban, mobil Innova BK 1964 MN warna hitam, puntung rokok, serta surat gadai emas yang tertulis puluhan gram emas yang digadaikan.

Tidak hanya itu, usai membunuh korbannya, tersangka juga mengaku menjual sebagian emas hasil rampokannya seharga Rp. 30 juta.

"Saya sakit hati karena dimaki malam itu juga. Malah Mamak Tua (sebutan tersangka untuk korban) menghina mamak kandungku yang sudah sakit, agar cepat mati. Makanya langsung saya cekik," beber tersangka saat di konfirmasi awak media.

Terpisah, pacar tersangka yang bernama Evi, tidak menyangka kalau pacarnya tega membunuh keluarganya sendiri. Bahkan dirinya sempat di ajak kencan oleh tersangka.

"Kami ke hotel satu malam, setelah itu kami beli celana seharga 499 ribu, dan beli baju kaos putih seharga 70 ribu," beber Evi.

Evi juga mengatakan, pada hari Senin (dua hari setelah membunuh keluarganya), tersangka membawa uang sebesar Rp. 30 juta. Selang Sehari kemudian, tersangka kembali membawa uang sebesar Rp. 5.700.000, serta perhiasan emas.

"Saya benar benar tidak tau kalau Angga (tersangka) tega membunuh Mamak Tuanya, karena dia mengaku emas itu di kasi sama Mamak Tuanya, dengan alasan kebun kayu jati miliknya, dijual kepada Mamak Tuanya. Bahkan dia juga membeli kereta (sepeda motor) baru," beber Evi, saat dimintai keterangannya oleh petugas.

Akibat kejadian ini, tersangka dijerat dengan pasal 365 ayat 4, dengan ancaman hukuman mati. Sedangkan teman tersangka yang bertugas sebagai sopir, statusnya menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO). [sfj]


Komentar Pembaca
Ijeck Mencoblos

Ijeck Mencoblos

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:21:00

Djarot Mencoblos

Djarot Mencoblos

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:29:00

Sihar Sitorus Mencoblos

Sihar Sitorus Mencoblos

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:43:00