Keliru Menyalahkan Pihak Lain Atas Kegagalan Erry Nuradi di Pilgub Sumut

Pilkada Sumut 2018  JUM'AT, 12 JANUARI 2018 , 18:05:00 WIB | LAPORAN: FAJAR SIDIK

Keliru Menyalahkan Pihak Lain Atas Kegagalan Erry Nuradi di Pilgub Sumut

Foto/Net

RMOLSumut. Relawan Tengku Erry Nuradi terlihat seolah belum terima dan cenderung menyalahkan pihak-pihak tertentu atas kegagalan Tengku Erry Nuradi dalam mencalonkan diri di Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Sumut 2018.
Salah seorang koordinator relawan Tengku Erry Nuradi, Ari Suganda mengatakan ketidakikutsertaan Tengku Erry pada Pilgubsu 2018 merupakan hasil dari skenario yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan bakal calon incumben tersebut maju di Pilgubsu 2018.

"Kita sudah tau bahwa Tengku Erry yang sering kita sebut pak Paten merupakan sosok yang pertama sekali mendapatkan perahu, namun pada akhirnya perahunya diambil oleh pasangan calon lain. Bahkan sampai hari ini masih ada informasi yang menyebut lebih baik habis 1 triliun daripada Tengku Erry maju Pilgubsu. Ini membuktikan bahwa ada skenario bersama menghabisi beliau," katanya saat memberikan keterangan di Rumah Silaturahmi Sumut Paten, Jalan Mongonsidi, Medan, Jumat (12/1).

Namun, pernyataan relawan Tengku Erry itu agaknya keliru jika merunut pada pendapat pengamat politik USU Dadang Darmawan Pasaribu terkait kegagalan tersebut.

Dadang menjelaskan bahwa kegagalan Tengku Erry disebabkan oleh komunikasi politik yang buruk.

"Saya kira itu hanya bisa dialamatkan pada kelemahan diri Tengku Erry sendiri. Dia lah sumber kelemahan itu sendiri. Disebabkan komunikasi Tengku Erry pada partai politik," jelas Dadang.

Aksi partai politik dalam menarik dukungan dari Tengku Erry, juga disebabkan oleh lemahnya komunikasi politik yang dijalin.

"Terjadinya pergeseran dukungan itu berhubungan dengan komunikasi Tengku Erry," ungkap Dadang.

Selain itu, ujar Dadang, penasihat politik  juga ikut menjadi salah satu penyebab kegagalan Tengku Erry.

"Kalau pun kita tidak mau menyalahkan Tengku Erry secara dominan, yang mugkin punya sumbangan terhadap kegagalan petahana adalah penasihat-penasihat politiknya," ujarnya.
 
"Perubahan bangunan politik di tingkat nasional, kurang dibaca Tengku Erry dan penasihatnya," demikian Dadang. [sfj]


Komentar Pembaca
Ijeck Mencoblos

Ijeck Mencoblos

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:21:00

Djarot Mencoblos

Djarot Mencoblos

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:29:00

Sihar Sitorus Mencoblos

Sihar Sitorus Mencoblos

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:43:00