Sosialisasi 4 Pilar MPR RI Bersama JSIT Sumut: LGBT Mengancam Ketahanan Bangsa

Ragam  JUM'AT, 19 JANUARI 2018 , 22:57:00 WIB | LAPORAN: FAJAR SIDIK

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI Bersama JSIT Sumut: LGBT Mengancam Ketahanan Bangsa

Foto/RMOL Sumut

RMOLSumut. Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid tegas menentang segala hal yang berkaitan dengan lesbian, guy, biseksual, dan transgender (LGBT). Sebab menurutnya, LGBT telah menyebar di seluruh Indonesia dan mengancam keberlanjutan serta ketahanan Indonesia.
Oleh Karena itu, Hidayat selaku Wakil Ketua MPR RI mendesak pemerintah untuk segera menciptakan regulasi tentang pelarangan LGBT.

Hal tersebut disampaikannya dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, bekerja sama dengan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Sumut, di Hotel Madani Medan, Jumat (19/1).

Hidayat juga mengungkapkan rasa herannya soal respon Pemerintah Indonesia terhadap kasus LGBT tersebut. Rusia yang justru tidak menjadikan "Ketuhanan Yang Maha Esa" sebagai dasar negaranya, ujar Hidayat, telah tegas melarang keberadaan LGBT. Sementara Indonesia malah terkesan tidak tegas.

"Rusia yang dasar negaranya komunis, bukan 'Ketuhanan Yang Maha Esa', melarang tegas LGBT. Kenapa Indonesia belum tegas dalam menangani masalah LGBT. Presiden Rusia, Vladimir Putin menyadari LGBT sangat berbahaya terhadap ketahanan bangsa," katanya.
 
Hidayat mengungkapkan, MPR RI sebelumnya pernah mengusulkan pelarangan LGBT di Indonesia dan mendukung DPR membuat aturan tentang pelarangan tersebut. Namun hingga kini, belum ada tindak lanjut. Bahkan Hidayat mengaku bahwa pihaknya pernah disomasi oleh kelompok LGBT karena hal tersebut.

"LGBT tidak ada tempatnya di Indonesia. Diukur dari apapun mereka tidak punya tempat. Dari Pancasila misalnya, tidak ada sila manapun yang mengakomodir LGBT," tegasnya.

Oleh karena itu, Hidayat menekankan betapa pentingnya regulasi yang melarang dengan tegas keberadaan LGBT untuk mempertahankan keutuhan Indonesia. Jika LGBT dibiarkan, seluruh rakyat Indonesia mudah terpecah.

"Jika Indonesia pecah, akan terjadi konflik horizontal yang mengerikan dan kawasan asia akan sangat terdampak. Karena itu, menjaga Indonesia berkelanjutan adalah mutlak," pungkasnya.

Sosialisasi empat pilar tersebut dihadiri oleh 300 orang yang berasal dari JSIT se-Sumut, terdiri atas 80 kepala sekolah mulai dari tingkat TK sampai SMA. [sfj]


Komentar Pembaca
Rupiah Terpuruk, Utang Bertumpuk!

Rupiah Terpuruk, Utang Bertumpuk!

KAMIS, 24 MEI 2018 , 17:00:00

Komunitas Tionghoa Kapok Dukung Jokowi

Komunitas Tionghoa Kapok Dukung Jokowi

KAMIS, 24 MEI 2018 , 15:00:00

Elza Syarief - Keadilan (Bag.4)

Elza Syarief - Keadilan (Bag.4)

KAMIS, 24 MEI 2018 , 14:00:00

Hari Pertama MTQ ke 51 dan FSN ke 40 Kabupaten Deli Serdang
Persija Menang Telak

Persija Menang Telak

RABU, 11 APRIL 2018 , 02:41:00

Warga Medan Deli Antisipasi Teroris

Warga Medan Deli Antisipasi Teroris

SENIN, 14 MEI 2018 , 12:36:00