Cakap Bang Fauzi

Politik Uang Bukan Basa Basi

Oleh: Muhri Fauzi Hafiz

Cakap Bang Fauzy  SELASA, 30 JANUARI 2018 , 11:10:00 WIB

Politik Uang Bukan Basa Basi
DEMOKRASI yang kita sebut sebagai sistem politik yang terbaik karena berasal dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat, sesungguhnya merupakan sistem yang harus kita jaga dengan sebaik-baiknya.
Menjaga demokrasi bisa dilakukan dengan banyak cara. Bahkan sampai lembaga tertinggi negara yang sering kita kenal dengan nama MPR RI masih tetap rutin melakukan seminar dan diskusi di seluruh wilayah NKRI, dengan tema, 4 Pilar Demokrasi.

Saya menyatakan bahwa Demokrasi yang paling nyata itu adalah Pilkada dan Pemilu. Karena pada saat Pilkada dan Pemilu, proses Demokrasi dirasakan oleh semuanya, tidak calon kepala daerah dalam Pilkada, tidak juga calon wakil rakyat dalam Pemilu. Semua mengikuti proses Demokrasi.

 Calon kepala daerah dalam demokrasi akan mempersiapkan diri dengan menyusun materi dan startegi untuk mempengaruhi rakyat agar memberikan hak suaranya. Untuk terpilih calon kepala daerah harus berkampanye dan menawarkan banyak program yang akan dilakukan setelah terpilih dalam Pilkada. Tidak gampang untuk bisa meraih suara rakyat. Sebab, selama ini rakyat juga menikmati demokrasi ala rakyat, demokrasi warung-warung kopi yang menyajikan berbagai informasi tanpa diuji. Rakyat bebas mau memilih informasi apapun yang disenangi hati.

Kebiasaan yang tersebut di atas terus berlanjut, bertahun-tahun "diamini," oleh rakyat kebanyakan. Sehingga akhirnya muncul rasa tidak peduli untuk siapapun yang menyebut demokrasi untuk kita dari kita oleh kita. Kata rakyat kebanyakan itu basa-basi. Karena, setelah terpilih nasib kami tidak ada yang peduli, anak-anak kami yang sarjana tidak punya lapangan pekerjaan karena yang terpilih menjadi kepala daerah kami hanya mampu basa-basi. Ladang dan sawah kami pun tak lagi dialiri irigasi, sebab, semua sungai di desa sudah jadi pertambangan galian C untuk pembangunan rel-rel kereta api, program pak presiden Jokowi.


 Lalu apa pentingnya bagi kami Pilkada dan Pemilu itu?

 Melihat kenyataan ini, para calon kepala daerah dan calon wakil rakyat-pun tidak mau hanya "menangisi," apa yang terjadi. Oknum-oknum kepala daerah dan wakil rakyat yang memiliki ambisi dan kekuatan materi yang mumpuni, akhirnya mencoba melakukan "serangan fajar," istilah politik uang pada saat Pilkada dan Pemilu. Basa-basi kalau terpilih akan membangun ini dan itu, ditanggalkan, yang menjadi prioritas adalah harga satu suara rakyat yang akan kita kasi  uang berapa banyaknya? Dimana wilayahnya?

Akhirnya, politik uang menjadi penentu bagi kemenangan. Sebagai pemilih dengan jumlah yang banyak, Rakyat juga tidak ada yang mengawasi, akibatnya, transaksi jual beli suara pada saat Pilkada dan Pemilu menjadi strategi jitu mengalahkan semua isu, mau isu agama, mau isu sara, mau isu PKI dan sebagainya, terdepak dalam satu hari saat pencoblosan suara pada Pilkada dan Pemilu.

 Akibatnya?

Kepala daerah, wakil rakyat yang terpilih pasti tidak memiliki ikatan emosional dengan rakyat, karena suaranya sudah dibeli. Kriteria kepemimpinan yang menjadi bahan ajar di sekolah dan kampus tidak menjadi syarat utama bagi seorang kepala daerah dan wakil rakyat, karena, politik uang lebih dominan.

Saya mengajak melalui kolom cakap Bang Fauzi ini, marilah kita akhiri budaya jelek yang menjadi tradisi ini. Demokrasi itu sistem yang baik untuk Rakyat diakui kedaulatan nya di negara NKRI. Tidak ada yang mustahil, mungkin diantara kita, ada anak dan cucu yang punya cita-cita untuk menjadi kepala daerah dan wakil rakyat DPR/DPRD, lalu kita suruh bunuh cita-citanya, karena alasan tidak ada uang.

 Padahal jika ditanya sekolahnya, anak dan cucu kita sudah sarjana melebihi gelar akademik kepala daerah dan wakil rakyat yang terpilih. Masa depan bukan hanya milik kita pada hari ini, sehingga jika politik uang dan basa-basi selalu menjadi gaya kampanye para calon kepala daerah dan calon wakil rakyat, demokrasi juga membolehkan kita untuk melawannya. Kita lawan politik uang untuk masa depan anak dan cucu kita lebih baik lagi. [Bang Fauzi]

Komentar Pembaca

"Jokowi" Terpelanting, #2019GantiPresiden

SENIN, 20 AGUSTUS 2018 , 19:00:00

Jokowi Terpelanting, #2019GantiPresiden

Jokowi Terpelanting, #2019GantiPresiden

SENIN, 20 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Sri Mulyani Menyesatkan!

Sri Mulyani Menyesatkan!

SENIN, 20 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Ijeck Mencoblos

Ijeck Mencoblos

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:21:00

Djarot Mencoblos

Djarot Mencoblos

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:29:00

Sihar Sitorus Mencoblos

Sihar Sitorus Mencoblos

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:43:00