Satu Tahun Kepemimpinan Hefriansyah

Siantar Menuju Kota Mati

OPINI  SABTU, 03 FEBRUARI 2018 , 18:16:00 WIB

Satu Tahun Kepemimpinan Hefriansyah
TIDAK terasa sudah satu tahun masa kepemimpinan Hefriansyah S.E. M.M. sebagai Wali Kota Pematangsiantar. Hefriansyah seharusnya patut bersyukur karena dia menjadi Wali Kota Pematangsiantar bagian dari peristiwa sejarah yang menarik, dikarenakan meninggalnya Wali Kota Terpilih Hulman Sitorus, S.E. dengan demikian Hefriansyah sebagai Wakil Wali Kota Terpilih pun menjadi Wali Kota.
 
Ketika Hefriansyah baru dilantik menjadi Wali Kota Defenitip (22 Februari 2017), banyak harapan yang muncul dari kalangan masyarakat, karena ada anggapan Hefriansyah merupakan sosok orang mudah yang masih energik, Hefriansyah minim hutang politik. Dalam tulisan ini akan memapaparkan bagaimana kondisi Kota Pematangsiantar setelah satu tahun kepemimpinan Hefriansyah, semakin jelas menuju Kota Mati. 
 
 
Pendidikan: Selama satu tahun Hefriansyah tidak memiliki konsep peningkatan kualitas pendidikan di Kota Pematangsiantar, hal ini terlihat bagaimana masih banyak juga sekolah-sekolah yang melakukan praktek-praktek pemungutan liar dan bahkan masih ada juga gara-gara tidak membayar uang komite sekolah siswa tersebut tidak diperbolehkan mengikuti ujian. Sering kita mendengar Siantar sebagai Kota Pendidikan, namun Hefriansyah tidak memiliki konsep pendidikan yang bagaimana yang akan diterapkan di Kota ini, kondisi kualitas kampus atau perguruan tinggi semakin jauh dari harapan, masih banyak juga dosen atau sistem di kampus yang tidak memerdekaan.
 
Kebudayaan: Hefriansyah juga tidak punya konsep tentang kemajuan budaya di Kota Siantar, hal ini terlihat dari tidak ada kebijakan tentang kebudayaan yang di keluarkan Hefriansyah selama satu tahun, padahal banyak peninggalan sejarah yang dapat dikelolah oleh pihak pemerintah Kota. Pergunjingan tentang patung Raja Sangnawaluh juga tidak menuai kejelasan. Museum yang tidak dipelihara dengan baik sehingga bukan pelestarian budaya yang terlihat melainkan pelenyapan Kebudayaan.
 
Pariwisata: Kota Siantar bukan bagian dari  Kota tujuan wisata, hal ini dikarenakan minimnya tempat wisata di Kota ini, namun sudah satu tahun Hefriansyah juga tidak memiliki konsep untuk meningkatkan sektor pariwisata di Kota ini. Pendapatan disektor wisata seperti Taman Hewan Kota Pematangsiantar pun semakin hari semakin sunyi, dan wisata lainnya pun sudah tidak diminati oleh warga Pematangsiantar dan bahkan apa lagi warga luar Siantar, hal ini dikarenakan pihak pemerintah kota tidak serius melakukan peningkatan disektor pariwisata.

Komentar Pembaca
#PolitisiOnTheRoad: Menggugat Surya Paloh Karena Sayang
BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?

BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?

JUM'AT, 16 NOVEMBER 2018 , 19:00:00

Ma

Ma"ruf Amin Dilaporkan Ke Bawaslu

JUM'AT, 16 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Papan Bunga 'Pembunuhan Janda'

Papan Bunga 'Pembunuhan Janda'

SELASA, 23 OKTOBER 2018 , 14:29:00

Bercanda Bareng Warga

Bercanda Bareng Warga

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 08:56:00

Salat Ghaib

Salat Ghaib

JUM'AT, 02 NOVEMBER 2018 , 17:44:00



The ads will close in 10 Seconds