Merespon Kartu Kuning Untuk Jokowi, Mahasiswa Sumut Akan Gemakan "Lonceng Kematian"

Politik  JUM'AT, 09 FEBRUARI 2018 , 15:59:00 WIB | LAPORAN: FAJAR SIDIK

Merespon Kartu Kuning Untuk Jokowi, Mahasiswa Sumut Akan Gemakan

M. Mas'ud Silalahi

RMOLSumut. Beragam respon muncul atas kartu kuning yang diberikan oleh Ketua BEM UI Zaadit Taqwa kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), beberapa waktu lalu saat acara Dies Natalies UI.
Mahasiswa di Sumatera Utara juga mengeluarkan respon terhadap aksi "berani" Zaadit Taqwa tersebut. Ialah Muhammad Mas'ud Silalahi, aktivis mahasiswa yang juga merupakan Koordinator Forum Silaturahmi Mahasiswa (FSM) Sumut.

Kepada RMOLSumut.com, Jumat (9/2), Mas'ud mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan Zaadit kepada Jokowi tersebut merupakan langkah yang sangat tepat.

"Sebab keadaan bangsa ini memang sudah sangat genting. Korupsi, kolusi, dan nepotisme sudah meraja rela. Belum lagi mahalnya harga sandang dan pangan yg tidak dapat teratasi oleh pemerintah di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Lalu kemiskinan semakin meningkat dan dunia pendidikan sudah banyak yang tidak beres dalam proses penerapannya di tengah-tengah masyarakat," katanya.

Selain itu, Mas'ud juga menuding pemerintahan di bawah rezim Jokowi memiliki kinerja yang tidak baik dalam merealisasikan janji-janji kampanye.

"Janji-janji kampanye yg hampir tidak terealisasi semuanya. Lain lagi soal migas, nelayan, buruh dan petani.
 Kasus BLBI, Century dan E-KTP belum dapat dituntaskan oleh KPK RI,
 banyak lagi persoalan yang harus disikapi," ungkap Mas'ud.

"Presiden mestinya lebih bijak dalam menangani persoalan bangsa ini agar Indonesia menjadi bangsa yg kuat.
 
Ini adalah pernyataan serius yang harus presiden ri tuntantas, sebab ini menyangkut maju dan mundurnya suatu bangsa," sambung Mas'ud.

Sebagai bentuk dukungan dan respon aksi kartu kuning yang dilakukan Zaadit Taqea itu, Mas'ud menegaskan bahwa aktivis mahasiswa di Sumut akan menggelar aksi teatrikal, yaitu "
Lonceng Kematian".

"Ini adalah simbolik dari matinya hati nurani Jokowi untuk menyejahterakan rakyat miskin yang terbukti di Papua, banyak rakyat yang kelaparan. Matinya demokrasi yg dibatasi oleh UU IT, matinya penegakan hukum dan matinya pendidikan yang merata untuk anak bangsa," tegas Mas'ud.

Oleh karena itu, Mas'ud mengajak seluruh mahasiswa untuk menggemakan "Lonceng Kematian".

"Kita gemakan lonceng kematian sebagai simbol perlawanan terhadap pemerintah yg tidak pro terhadap rakyat kecil dan tidak dapat menyejahterakan harga diri bangsa indonesia," tandasnya. [sfj]


Komentar Pembaca
Banyak Orang Salah Paham Situasi Semenanjung Korea
Nongkrong Politik, Semua Bisa Bicara

Nongkrong Politik, Semua Bisa Bicara

RABU, 21 FEBRUARI 2018 , 10:00:00

DPR Dukung PWI Uji Materi UU MD3

DPR Dukung PWI Uji Materi UU MD3

SELASA, 20 FEBRUARI 2018 , 15:00:00

Prabowo Subianto

Prabowo Subianto

MINGGU, 07 JANUARI 2018 , 14:08:00

Diarak Pendukung

Diarak Pendukung

KAMIS, 11 JANUARI 2018 , 11:11:00

ERAMAS Naik Betor

ERAMAS Naik Betor

SENIN, 08 JANUARI 2018 , 17:11:00