Berita Hoax Jadi Tantangan Media Mainstream

Sosial  SABTU, 10 FEBRUARI 2018 , 09:30:00 WIB

Berita Hoax Jadi Tantangan Media Mainstream
RMOLSumut. Validitas sebuah informasi atau berita menjadi faktor krusial di tengah maraknya penyebaran berita hoax atau bohong akhir-akhir ini.
Seiring peringatan Hari Pers Nasional 2018, Ketua DPR Bambang Soesatyo mengajak para pelaku di industri media, khususnya media mainstream agar mampu meredam dan mengalihkan tendensi ketertarikan masyarakat akan informasi sesat melalui penyajian berita-berita yang menarik, berkualitas dan akurat.

"Tantangannya jauh lebih berat dan pelik karena wartawan di satu sisi harus bekerja lebih cepat (tuntutan deadline), namun di sisi lain di saat yang bersamaan data dan informasinya harus benar dan akurat. Kebenaran dan akurasi menjadi harga mati, agar informasi yang disajikan wartawan tidak menjadi hoax ," kata Bamsoet, sapaan akrab politisi dari Fraksi Golkar itu dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/2).

Bamsoet menambahkan, ketika publik resah dan bertanya mengapa hoax bisa memadati jagad pemberitaan masa kini, keresahan dan pertanyaan itu sebenarnya dialamatkan  juga kepada insan pers.

Maraknya berita hoax menurutnya karena insan pers masa kini belum cukup sigap merespons setiap isu atau peristiwa di ruang publik. Ketidaksigapan wartawan akhirnya dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab menyebarkan hoax dari setiap peristiwa.

"Dengan begitu, fenomena maraknya hoax pada era sekarang harus ditanggapi oleh komunitas wartawan sebagai tantangan. Dengan meningkatkan kesigapan atau sensitivitas terhadap isu-isu yang beredar di ruang publik, peran wartawan pada dasarnya bisa mereduksi hoax," ucap Bamsoet.

Komunitas wartawan, sambung Bamsoet, tentunya harus mampu beradaptasi dengan tantangan zaman yang dihadapi bangsa dan masyarakatnya, terlebih negara tengah menghadapi persoalan yang cukup pelik. Salah satunya adalah terkotak-kotaknya masyarakat akibat perbedaan pilihan politik dan beda keyakinan.

Bambang mengkhawatirkan situasi ini akan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab menuju agenda Pilkada serentak pada Juni 2018, apalagi isu bernuansa SARA menjadi senjata untuk mendiskreditkan lawan politik.

Menurutnya dengan memahami tantangan bangsa, wartawan menurut Bamsoet akan bisa merumuskan perannya dan kontribusinya sebagai salah satu pilar demokrasi.

"Itulah tantangan yang sedang dihadapi bangsa ini, selain tantangan di bidang ekonomi dan tantangan ekstenal. Komunitas wartawan Indonesia tidak boleh gagal paham terhadap tantangan yang sedang berkembang saat ini," pungkasnya. [rtw]





Komentar Pembaca
Rupiah Terpuruk, Utang Bertumpuk!

Rupiah Terpuruk, Utang Bertumpuk!

KAMIS, 24 MEI 2018 , 17:00:00

Komunitas Tionghoa Kapok Dukung Jokowi

Komunitas Tionghoa Kapok Dukung Jokowi

KAMIS, 24 MEI 2018 , 15:00:00

Elza Syarief - Keadilan (Bag.4)

Elza Syarief - Keadilan (Bag.4)

KAMIS, 24 MEI 2018 , 14:00:00

Hari Pertama MTQ ke 51 dan FSN ke 40 Kabupaten Deli Serdang
Persija Menang Telak

Persija Menang Telak

RABU, 11 APRIL 2018 , 02:41:00

Warga Medan Deli Antisipasi Teroris

Warga Medan Deli Antisipasi Teroris

SENIN, 14 MEI 2018 , 12:36:00