Menaker: Perguruan Tinggi Harus Antisipasi Dampak Revolusi Digital

Sosial  SABTU, 10 FEBRUARI 2018 , 09:50:00 WIB

Menaker: Perguruan Tinggi Harus Antisipasi Dampak Revolusi Digital
RMOLSumut.  Perguruan tinggi harus mengantisipasi dampak revolusi teknologi digital.
Jangan sampai lulusan perguruan tinggi menganggur karena gagal mengantisipasi revolusi industri.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri mengatakan karakteristik revolusi itu meliputi digitalisasi, optimalisasi dan kustomisasi produksi, otomasi dan adopsi, human machine interaction, value added services and businesses, automatic data exchange and communication, dan penggunaan teknologi internet.

"Pola industri baru ini membawa dampak terciptanya jabatan dan keterampilan kerja baru dan hilangnya beberapa jabatan,” kata Menaker M. Hanif Dhakiri dalam Seminar Nasional dan Rakernas Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia  (APTISI) di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (9/2).

Dalam seminar Nasional dengan tema "Mempersiapkan Sumber Daya Manusia Indonesia Menghadapi Revolusi Industri 4.0" tersebut hadir Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, serta beberapa perwakilan dari Kementerian dan Lembaga terkait.

Tantangan yang  dihadapi, lanjut Menaker, yaitu bagaimana mempersiapkan dan memetakan angkatan kerja dari lulusan pendidikan dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

Perguruan tinggi harus mampu mengantisipasinya.  Jangan sampai lulusan perguruan tinggi menganggur karena gagal mengantisipasi revolusi industri”.

Mengantisipasi dampak revolusi industri kata Hanif, dapat diantisipasi melalui transformasi pasar kerja Indonesia dengan mempertimbangkan perubahan iklim bisnis dan industri, perubahan jabatan dan kebutuhan ketrampilan.

"Dunia pendidikan dan dunia Industri harus dapat mengembangkan strategi transformasi industri dengan  mempertimbangkan perkembangan sektor ketenagakerjaan. Transformasi industri dikatakan berhasil jika tenaga kerja yang tersedia dan kompeten," katanya.

Terkait peningkatan SDM Indonesia, Menteri Hanif menjelaskan ada tiga hal yang yang perlu diperhatikan semua pihak.

Pertama, kualitas SDM. Memastikan kualitas dari SDM sesuai kebutuhan pasar kerja, sesuai dengan industri yang berbasis teknologi digital.

Kedua, kuantitas SDM yang kompeten serta sesuai kebutuhan industri.

Ketiga, meratanya sebaran SDM yang berkualitas terutama di daerah-daerah.

Guna menjawab tiga hal tersebut, Kementrian Ketenagakerjaan terus melakukan masifikasi pelatihan kerja dan setifikasi profesi melalui pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja serta melalui program pemagangan. [hta/rmol]



Komentar Pembaca
Rupiah Terpuruk, Utang Bertumpuk!

Rupiah Terpuruk, Utang Bertumpuk!

KAMIS, 24 MEI 2018 , 17:00:00

Komunitas Tionghoa Kapok Dukung Jokowi

Komunitas Tionghoa Kapok Dukung Jokowi

KAMIS, 24 MEI 2018 , 15:00:00

Elza Syarief - Keadilan (Bag.4)

Elza Syarief - Keadilan (Bag.4)

KAMIS, 24 MEI 2018 , 14:00:00

Hari Pertama MTQ ke 51 dan FSN ke 40 Kabupaten Deli Serdang
Persija Menang Telak

Persija Menang Telak

RABU, 11 APRIL 2018 , 02:41:00

Warga Medan Deli Antisipasi Teroris

Warga Medan Deli Antisipasi Teroris

SENIN, 14 MEI 2018 , 12:36:00