Dewan Berang, Usaha Ini Tak Sediakan Tempat Ibadah di Binjai

Ragam  SENIN, 12 FEBRUARI 2018 , 19:38:00 WIB | LAPORAN: PUTRA

Dewan Berang, Usaha Ini Tak Sediakan Tempat Ibadah di Binjai

Jonita Bangun/RMOLSumut

RMOLSumut. Masyarakat Kota Binjai Mayoritas adalah beragama muslim, sebagai seorang muslim tentunya memiliki kewajiban menjalankan ibadah sholat lima waktu. Dimana tuntutan ibadah sholat itu harus dijalankan dengan sempurna dan khusu' di dalam ruangan yang bersih, suci, nyaman dan tenang.
Namum kenyataannya, contoh yang ditemukan di salah satu tempat "ngopi" di Kota Binjai yaitu Coffe Massa Kok Tong yang berada di jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kartini, Kecamatan Binjai Kota, ternyata tidak menyediakan tempat ruang sholat ibadah umat muslim.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Anggota DPRD Kota Binjai Jonita Agina Bangun, yang mengaku kecewa terhadap pelaku usaha yang tidak menyediakan tempat ibadah, khususnya bagi umat muslim yang berstatus karyawan dan pengunjung.

Menurut Jonita, seharusnya pihak manejemen memberikan pelayanan tempat ibadah yang lebih baik dan lebih memadai.

"Saya sendiri yang mengalami ketika duduk di Massa Kok Tong, ketika saya mau menjalankan kewajiban mempertanyakan dimana ruang sholat, para karyawan tidak bisa menunjukkannya. Hal ini membuat saya sempat emosi karena tempat usaha yang tergolong mewah begini tidak ada menyediakan tempat ibadah dengan nyaman dan tenang, serta terjamin kebersihan dan kesuciannya" kata Jonita.

Diutarakan Jonita Agina Bangun, dirinya secara pribadi masih ada menemukan tempat usaha ngopi, Mall, Hotel dan Restoran kurang memperhatikan tempat ibadah. Padahal, tempat ibadah (musholla) tersebut, sebagai wujud penghargaan kepada karyawan dan pengunjung yang mayoritas beragama muslim.

"Mungkin, jika selama ini tempat ibadah dianggap kurang penting, kedepannya harus diperbaiki. Sebab, tempat usaha kuliner dan ngopi di binjai sudah sangat menjamur. Berdasarkan Undang Undang No 28 Tahun 2001 tentang Bangunan Gedung, bahwa sebuah bangunan gedung harus memiliki kelengkapan sarana dan prasarana untuk kepentingan umum. Salah satunya adalah meliputi penyediaan fasilitas yang cukup untuk ruang ibadah yang mudah dan nyaman," bebernya.

Selanjutnya, berdasarkan Undang-Undang No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, bahwa salah satu fungsinya untuk meningkatkan kualitas barang dan/atau jasa yang menjamin kelangsungan usaha produksi barang dan/atau jasa, kesehatan, kenyamanan dan keselamatan konsumen.

Sehubungan dengan dasar hukum dan fakta di lapangan, maka kami mendesak kepada pihak seluruh pimpinan/menejer/pengusaha Hotel, Mall dan Restoran untuk melaksanakan tuntutan tersebut,” pungkasnya.

Anggota Dewan Fraksi Partai Hanura ini mendesak,pimpinan/manejer/pengusaha wajib menyediakan fasilitas umum/tempat ibadah (musholla) yang layak, Untuk Mall lokasinya harus berada di dalam gedung Mall. Sedangkan untuk Hotel dan Restoran ditempatkan di lokasi yang bisa memberikan kemudahan bagi yang melaksanakannya.

"Saya tunggu waktu 1 minggu kepada Massa Kok Tong, agar menyediakan tempat ibadah umat muslim. Hargai kehidupan beragama dan bertoleransi. Jika tidak juga diindahkan maka saya minta ke Pemko Binjai agar ijin Massa Kok Tong harus dicabut," demikian Jonita.[rgu]

Komentar Pembaca

"Jokowi" Terpelanting, #2019GantiPresiden

SENIN, 20 AGUSTUS 2018 , 19:00:00

Jokowi Terpelanting, #2019GantiPresiden

Jokowi Terpelanting, #2019GantiPresiden

SENIN, 20 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Sri Mulyani Menyesatkan!

Sri Mulyani Menyesatkan!

SENIN, 20 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Ijeck Mencoblos

Ijeck Mencoblos

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:21:00

Djarot Mencoblos

Djarot Mencoblos

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:29:00

Sihar Sitorus Mencoblos

Sihar Sitorus Mencoblos

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:43:00