Kabareskrim: Isu Teror Terhadap Ulama Jangan "Digoreng"

Politik  RABU, 21 FEBRUARI 2018 , 18:39:00 WIB

Kabareskrim: Isu Teror Terhadap Ulama Jangan
RMOLSumut. Kepala Bareskrim Polri, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto, meminta masyarakat tidak mudah terpancing informasi-informasi palsu mengenai kekerasan terhadap ulama.
"Jangan terpancing provokasi lalu malahan balik memprovokasi melalui opini atas kabar kasus kekerasan terhadap pemuka agama," kata Komjen Ari di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta, Rabu (21/2).

Sambung Ari, teror atau penyerangan terhadap ulama jangan dijadikan komoditi yang terus "digoreng" sehingga menyesatkan masyarakat.

"Mengaitkan peristiwa itu dalam bingkai seolah-olah besar, justru kontra produktif. Sebabnya, justru jadi terjebak dalam pusaran yang lari dari esensi yaitu menjaga Indonesia melalui penyuksesan program pemerintah yang lebih membutuhkan fokus saat ini," kata Ari.

Ari melanjutkan, Polri tidak berpangku tangan dan akan terus menggali data dan fakta terutama dalam kejadian yang menewaskan Komandan Brigade Pimpinan Pusat Persis, HR Prawoto.

"Percayakan pada aparat bahwa mengungkapkan ini semua bukan seperti membalik telapak tangan. Data dan fakta yang nantinya disampaikan kepada masyarakat harus konkret agar tak malah menjadi hoax," lanjutnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Bareskrim Mabes Polri, sudah ada 21 peristiwa kekerasan terhadap pemuka agama di berbagai daerah. Di Aceh, Banten, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, misalnya, masing-masing terjadi 1 peristiwa. Lalu di Jawa Timur sebanyak 4 peristiwa. Paling banyak di Jawa Barat, 13 peristiwa.

"Hasil penelusurannya, seluruh peristiwa itu murni kriminal biasa. Pelaku, modus hingga motifnya beragam dan tak ada kecenderungan seperti yang selama ini jadi pembicaraan masyarakat. Justru masyarakat malah terjebak dengan agenda sebenarnya jika terus membicarakan ini," ucap Kabareskrim. [rtw/rmol]

Komentar Pembaca