Nasdem Dan Tahun Politik

Oleh Natanael Ketaren

OPINI  SABTU, 24 FEBRUARI 2018 , 11:47:00 WIB

Nasdem Dan Tahun Politik
Menjelang tahun-tahun politik kedepan yang sangat padat dan krusial

Pemilihan Umum merupakan ajang demokrasi yang tidak boleh dipandang
sebagai momentum saja, namun lebih kepada suatu perjalanan, yang
merupakan tracking dan challenge bagi partai politik dalam membangun dan berjuang untuk tujuan jangka panjang, terkait visi misi strateginya.

Dekade ini memang banyak sekali perubahan yang terjadi, baik secara sistem demokrasi (Seperti Pilkada serentak, UU dan regulasi-regulasi Pemilu yang baru) maupun animo politik rakyat yang signifikan sesuai dengan perubahan zaman. Yang menarik adalah lahirnya beberapa partai baru. Ini merupakan suatu sinyal bahwa begitu besarnya keinginan dari masyarakat untuk berperan aktif langsung dalam perjuangan merebut kepemimpinan, baik di Eksekutif maupun Legislatif. Jelas bahwa setiap Partai Politik yang merupakan pilar demokrasi berusaha mempersiapkan diri secara maksimal untuk merebutkekuasaan yang akan dapat dipergunakan nantinya untuk memajukan bangsa dan negara menurut visi dan misi partai tersebut kedepannya.

Partai Nasdem, sebagai partai yang menyerukan perlu adanya Restorasi
dinegara ini, merupakan partai yang sangat siap menghadapi pertarungan
panjang tersebut. Apa itu restorasi? Mengapa Partai Nasdem sangat ngotot untuk menjadikannya sebagai jargon ataupun semboyan perjuangan? Restorasi pada hakikatnya adalah ‘mengembalikan atau memulihkan kepada keadaan semula’. Partai Nasdem melihat, sangat banyak kelebihan bangsa ini. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang lahir dari kristalisasi budaya-budaya jauh sebelum negara ini sendiri berdiri. Peradaban yang sangat sopan, santun, bersahaja, kolektif dan pekerja keras. Inilah yang diharapkan untuk dapat lahir kembali, semangat-semangat lama yang sekarang telah memudar, gotong-
royong yang sekarang sudah menjadi sistem yang langka ditempat lahirnya sendiri. Jiwa-jiwa yang gigih pantang menyerah yang sekarang sudah drastis menurun.

Partai Nasdem melihat ini semua perlu digali kembali, perlu diingatkan kembali dan sangat perlu dipergunakan kembali untuk kejayaan bangsa dan negara kita. Begitupun dengan Negara ini. Sejak awal
kemerdekaan, Presiden Soekarno sangat banyak meletakkan pondasi-pondasi kenegaraan, kepemimpinan, karakter dan harga diri dan kebanggan bangsa (Termasuk nilai-nilai gotong-royong, tepa selira dan musyawarah mufakat dalam pola-pola kekuasaan). Hal tersebut sudah mengalami degradasi pada saat ini, dimana kita sudah banyak kehilangan kepingan puzzle itu semua, sehingga Partai Nasdem menganggap, restorasi adalah solusi yang tepat dalam memandang segala dinamika dan keadaan kehidupan berbangsa dan bernegara sekarang ini. Ini adalah entry point bagi partai dalam meraup suara rakyat yang percaya bahwa bersama Partai Nasdem, pembangunan akan lebih berkualitas untuk rakyatnya. Ini adalah keniscyaan yang telah diungkapkan oleh Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh, yang mengatakan Partai Nasdem akan menargetkan 3 besar dalam perolehan suara Nasional.

Pemilu serentak bukan lagi sekedar pesta demorasi rakyat, namun juga
dianggap sebagai pendidikan politik rakyat. Semakin tinggi tingkat partisipasi masyarakat, maka semakin baiklah kadar demokrasi itu sendiri. Partai Nasdem melihat ini sebagai kunci pembuka jalan untuk kemenangan kedepan. Jauh sebelum Pemilu, Partai Nasdem sudah melakukan kaderisasi dengan menyerap banyak individu-individu yang produktif dan aktif dalam pemikiran untuk mengikuti ABN yakni Akademi Bela Negara. Selain untuk kaderisasi dan kekuatan untuk mempertahankan NKRI sebagai harga mati, yang mana mencetak jiwa-jiwa nasionalis, juga sebagai pembuktian bahwa Partai Nasdem secara konkrit mampu meningkatkan partisipan dan pendidikan poltik di masyarakat. Kemudian dalam tataran partisipasi politik rakyat, Partai Nasdem
juga membentuk suatu komisi saksi secara massive dan terukur. KSN (Komisi Saksi Nasdem) selain merupakan pengkaderan dan pendidikan politik rakyat yang juga sebagai kekuatan dalam mengawal dan mengamankan proses pemilu di TPS (Tempat Pemilihan Suara) agar berjalan lancar, sportif dan jauh dari kecurangan. KSN merupakan kontribusi Partai Nasdem yang positif dan layak diberikan apresiasi dalam meningkatkan kulaitas demokrasi itu sendiri.

Seperti daerah lainnya, Provinsi Sumatera Utara sebagai Provinsi ketiga
terbesar di Indonesia, terbesar diluar P. Jawa, merupakan indikator kekuatan perpolitikan nasional. Oleh karena itu Sekretaris DPW SUMUT Partai Nasdem, Iskandar ST. menyerukan bahwa Partai Nasdem SUMUT mempunyai target 1.5 juta anggota.

Dengan kepemimpinan beliau selama ini, jelas ini bukan target yang gampang, namun dari kesiapan dan kematangan partai sebagai pemenang PilGub sebelumnya, akan mampu mewujudkannya. Seiring dengan Pusat, KSN DPW NASDEM SUMUT juga berbenah dan melakukan persiapanyang matang. Ketua KSN DPW SUMUT Partai Nasdem Natanail Ketaren ST menyatakan akan mengadakan Rakersus dan TOT pada tanggal 28 Februari 2018 di Asrama Haji, Jalan AH Nasution, Medan, diikuti dengan TOT di 33 Kabupaten Kota serta Penyuluhan dan Training saksi TPS sampai pada tingkat Kecamatan/ Kelurahan.

Begitu seriusnya Partai Nasdem menggarap kekuatan akan manfaat
momentum ini, tidak tanggung-tanggung, Ketua KSN DPP Partai Nasdem I Gusti Putu Artha mengajak seluruh pengurus partai, baik calon legislatif maupun anggota legislatif yg menjabat, turun langsung menjadi saksi di TPS masing-masing. Langkah tersebut bukan sekedar menjaga suara dan lancarnya pemilihan, namun juga pembuktian bahwa Partai Nasdem merupakan kekuatan yang solid sampai ketatanan paling bawah sekalipun

Akhir kata, dalam dinamika pesta demokrasi rakyat, politik dan
kekuasaan, Partai Nasdem akan berusaha memenangkan hati rakyat,
mendapat kepercayaan rakyat dan memakainya untuk berjuang merebut
kekuasaan dengan bertujuan agar mampu dengan maksimal memperjuangkan aspirasi dan keinginan rakyat. Karena tanpa suara rakyat, tanpa kekuasaan, hampir mustahil membuat perubahan dan kemajuan menuju masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur.***

Penulis merupakan ketua KSN DPW Nasdem Sumut


Komentar Pembaca