Wow, Biaya Sewa Heli Polda Pembawa Pengantin di Siantar Sangat Fantastis

Hukum  SENIN, 05 MARET 2018 , 12:43:00 WIB | LAPORAN: ROBEDO GUSTI

Wow, Biaya Sewa Heli Polda Pembawa Pengantin di Siantar Sangat Fantastis
RMOLSumut. Pihak keluarga pengantin yang memakai heli milik Polda Sumut pada rangkaian resepsi pernikahan di Pematang Siantar ternyata menyewa heli tersebut dengan harga fantastis. Angka sewanya mencapai Rp 120 juta yang diserahkan oleh pihak keluarga kepada broker.
Hal ini disampaikan Wakapolda Sumut, Brigjend Agus Andrianto terkait hasil lanjutan penyelidikan helikopter polda yang digunakan membawa pengantin di Kota Pematang Siantar.

Agus menyebutkan awalnya pihak keluarga mempelai pria menghubungi broker untuk mencarikan helikopter komersil. Namun saat mendekati hari H helikopter itu rusak. Sehingga keluarga menuntut kepada broker untuk tetap menyediakan heli. Sebab, keluarga sudah menyerahkan uang sebesar Rp120 juta ke broker untuk mencarikan helikopter.

Broker yang disebut-sebut bertugas sebagai Ground Handling di Bandara Kualanamu kemudian menghubungi seseorang berinisial A. Kemudian A menghubungi co-pilot atas nama Iptu Wiwit Budianto.

"Pada saat disampaikan kepada pilotnya ada kejadian seperti itu, copilot bertanya, kira-kira pilot mau bantu gak. Pilot memutuskan mau membantu," katanya di Medan, Senin (5/2).

Meski sudah menyebut besaran uang yang diduga untuk penyediaan helikopter tersebut, namun Agus enggan membeberkan detail aliran uang tersebut. Hal ini menurutnya menjadi bagian penyelidikan internal yang masih terus mereka lakukan. Hanya saja ia memastikan tidak ada keterlibatan Polda Sumut dalam kejadian ini.

Dia mengungkapkan, pemakaian heli untuk mengangkut pengantin dalam tanggung jawab pilot. Sebab, saat heli itu berangkat dari Medan, Kepala Biro Operasi Polda Sumut sempat menghubungi pilot. Namun pilot sama sekali tidak memberikan jawaban.

"Itu adalah tanggung jawab pribadi dari yang bersangkutan. Saat ini begitu terbuka, tidak akan mau anggota dijadikan korban begitu saja. Kalau memang ada perintah, pasti anggota akan menyampaikan ada perintah. Kalau tidak ada perintah, maka dia bertanggung jawab secara pribadi," pungkas Agus.

Untuk diketahui helikopter itu dipiloti oleh Iptu Togu bersama copilot Iptu Wiwit Budianto. Keduanya merupakan petugas BKO dari Mabes Polri. Kasus itu juga sudah diserahkan ke Mabes Polri untuk penyelidikan lebih lanjut. [rtw]

Komentar Pembaca