>

Budayawan: Orang Indonesia Masih Mudah Kaget

Ragam  MINGGU, 15 APRIL 2018 , 09:50:00 WIB

Budayawan: Orang Indonesia Masih Mudah Kaget
Oleh karena itu sejak zaman Walisongo digunakanlah metode atau tradisi nilai-nilai kultur orang lokal nusantara ini sebagai alat siar. Dan itu terbukti ampuh, sehingga dalam waktu kurang dari 50 tahun, Walisongo mampu meng-Islam-kan masyarakat nusantara dari yang semula 90 persen Hindu-Budha berbalik menjadi 90 persen Islam.

"Padahal selama delapan abad Islam sendiri tidak  berkembang di bumi Nusantara ini. Kalau data sejarah menunjukkan abad ke-8 Sebelum Masehi (SM), Islam sudah masuk di bumi nusantara Indonesia ini melalui berbagai pintu, baik dari pintu Aceh,  pintu Jawa dan pintu macam-macam," ujarnya.

Tapi pada kenyataaanya Islam sendiri baru berkembang pada abad ke-15 di jaman Majapahit yang artinya ada masa kevakuman dari abad ke-8 sampai abad 15 SM. Kevakuman itulah yang kemudian dikoreksi oleh para wali dan ternyata ada kesalahan dalam menyampaikan pesan.

"Akhirnya disampaikan dengan bahasa, cara, budaya, tradisi yang berkembang di masyarakat, baru Islam itu bisa masuk. Dengan cara yang disampaikan para Wali itulah akhirnya melahirkan tembang, gending, syair, babat, serat, sastra dan sebagainya itu,"  kata mantan  Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) PBNU ini.

Lalu yang kedua digunakannya kebudayaan sebagai metode atau alat dalam menyampaikan ajaran Islam. Tujuannya agar wajah Islam menjadi menyenangkan dan kompatibel dengan tradisi lokal yang berkembang di masyarakat.


Komentar Pembaca
Rachmawati Soekarnoputri Rangkul Golkar Dan PPP
Youth Enterpreneur Summit 2019

Youth Enterpreneur Summit 2019

SENIN, 08 APRIL 2019 , 11:26:00



The ads will close in 10 Seconds