>

Budayawan: Orang Indonesia Masih Mudah Kaget

Ragam  MINGGU, 15 APRIL 2018 , 09:50:00 WIB

Budayawan: Orang Indonesia Masih Mudah Kaget
"Sebab ada kesenjangan budaya kesannya kalau kita langsung pakai cara-cara metode Arab itu orang menjadi defence culture. Kesenjangan kultural inilah yang menyebabkan akhirnya ada defence culture. Nah untuk mengatasi adanya defence culture itu maka inilah kebudayaan yang menjadi wasilah," terang mantan asisten pribadi Presiden ke-4 RI, Alm. KH. Abdulrahman Wahid (Gus Dur) ini.

Dengan cara-cara inilah menurutnya Islam ini menjadi lebih kreatif. Tanpa mengubah ajaran yang baku, ekspresinya menjadi lebih bisa beragam dan menunjukkan Islam itu kebenarannya akan tetap abadi di setiap tempat dan waktu.

Menurutnya, dengan Islam yang seperti ini maka orang menjadi tidak mudah marah.

Terkait dengan puisinya Sukmawati yang bikin heboh, menurutnya ini mengindikasikan bahwa taraf keberagamaan masyarakat Indonesia cenderung masih bersifat legal formalistik, masih menjadi orang yang mudah kaget. Padahal sebetulnya puisi itu adalah otokritik yang dapat menjadi bahan refleksi bagi masyarakat semuanya.

"Misalnya ketika Mbak Sukma mengatakan bahwa ‘Kidung ibu lebih indah daripada azanmu’. Nah ‘mu’  ini tujuannya kemana? ‘mu’ ini kalau tujuannya kepada orang yang azan itu yang kadang suaranya sember, suaranya tak beraturan, kadang juga asal teriak atau asal bunyi. Secara jujur dan estetik misalnya dibanding dengan kidung kidung yang merdu, yang berirama, menyentuh hati secara faktual memang seperti itu," ujar alumni IAIN Sunan Kalijaga Jogjakarta ini.


Komentar Pembaca
Rachmawati Soekarnoputri Rangkul Golkar Dan PPP
Youth Enterpreneur Summit 2019

Youth Enterpreneur Summit 2019

SENIN, 08 APRIL 2019 , 11:26:00



The ads will close in 10 Seconds