Wow.... Ada Dugaan Kredit Fiktif Sebesar 70 Triliun Di Bank Mandiri Binjai

Peristiwa  SELASA, 08 MEI 2018 , 17:03:00 WIB | LAPORAN: ROBEDO GUSTI

Wow.... Ada Dugaan Kredit Fiktif Sebesar 70 Triliun Di Bank Mandiri Binjai

Foto/RMOL

RMOLSumut. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Binjai, menerima Laporan Informasi (LI) dari LSM Topan RI, tentang adanya dugaan Penyimpangan Kredit Fiktif di Bank Mandiri Kota Binjai.
Tidak tanggung tanggung, dugaan Kredit Fiktif ini sangat mencengangkan, yaitu sebesar Rp 70 Triliun, dan jika ini terbukti, artinya mengalahkan Kasus Bank Century.

Topan RI, yang menjabat sebagai Ketua LSM Topan RI, saat di konfirmasi RMOL, Selasa (8/5) membenarkan adanya dugaan itu dan kini sudah mulai di tangani oleh Kejaksaan Negeri Binjai. Menurutnya, berdasarkan bukti bukti yang di kumpulkan, dirinya langsung melaporkan dugaan itu, dan langsung di Respons Positif, serta di tindaklanjuti oleh Kejari Binjai.

"Ada dugaan Penyimpangan Kredit Fiktif di Bank Mandiri Binjai. Hal ini jika terbukti, tentu sangat sangat akan merugikan Negara," katanya.

Menurutnya, kejadian bermula saat Korban (Nasabah Bank Mandiri Kota Binjai) yang namanya masih di rahasiakan, di datangi pihak Perpajakan, dengan alasan mempunyai Fasilitas kredit sebesar 70 Triliun di Bank Mandiri Kota Binjai.

"Angka itu menurut mereka merupakan Kredit Penyediaan Barang. Kalau 70 triliun, barang apa yang di sediakan??!!" ucapnya penuh tanya.

Atas kejadian itu, sambung Topan, pihak Korban mengadukan kejadian tersebut ke Bank Indonesia.

"Bermula dari data itu, korban menyurati Bank Indonesia (BI) dan meminta siapa orangnya yang me-input di Bank Mandiri. Namun hal itu tidak di jawab oleh pihak BI. BI hanya menyurati Bank Mandiri. Sementara Pihak Bank Mandiri mengatakan bahwa kejadian itu di sebabkan Salah Ketik," beber Topan.

Tidak sampai disitu, sambung Topan, kondisi Nasabah Bank itu semakin di perparah karena Kantor Perpajakan menyurati Wajib Pajak (Korban/Nasabah Bank Mandiri) terutama Kementrian, menagih Pajak sebesar 63 Triliun kepada dirinya.

"untuk itu, Korban mendatangi BI Checking yang ada di Kota Medan, dimana BI Checking merupakan catatan baik atau buruk Nasabah Bank, melalui Sistem informasi Debitur (SID). Sebab korban di panggil dan di situ korban mengaku tidak mempunyai Utang Pajak," beber Topan mewakili Korban.

Bahkan, lanjutnya, korban mencoba meminta Print Out BI Checking di Kota Medan. Namun dalam BI Checking itu, Korban yang merupakan Nasabah Bank Mandiri hanya mempunyai hutang kepada Bank Mandiri sebesar Rp 70 Juta, dan itu memang di akui Korban. Bukan 70 Triliun.

"Kalau 70 juta memang benar dan itu di akui Nasabah (Korban) serta terbukti tertuang dalam perjanjian antara Nasabah dan Pihak Bank Mandiri. Tapi kalau 70 Triliun, itu mengada ngada. Masak pihak Bank Mandiri hanya mengatakan hanya Salah Ketik. Artinya Nominal 70 Triliun itu kemana hilangnya," kata Topan, sembari mengatakan jika memang terbukti ada penyimpangan sebesar 70 Triliun, itu merupakan hal sangat besar dan terbesar di Indonesia.

"Apakah ada tindak Pidana pencucian uang,
atau murni kesalahan pencatatan. Kenapa berulang dari tahun 2012-2013 tertera di BI Checking. Parahnya lagi, setelah Korban Komplain, pada tahun 2014, Bi Checking menghapus secara sepihak tanpa ada kordinasi sebelumnya kepada korban. Ada apa ini!??!!" ungkapnya dengan penuh tanya.

Menurut Topan, Korban yang merupakan Nasabah Bank Mandiri, merasa nama baiknya tercemarkan. Bahkan korban tidak punya niat untuk menzolimi pihak pihak tertentu.

"Bagaimana hal itu bisa terjadi. Apakah Bank Mandiri yang merupakan Bank Pemerintah (Plat merah) kebobolan tentang dugaan adanya oknum Bank Mandiri yang menyalahi aturan," kata Topan, sembari mengatakan apakah hal ini ada kaitannya dengan Tax Amnesti di tahun 2016.

Lebih lanjut di katakan Topan, yang dalam hal ini juga mewakili Nasabah Bank Mandiri (Korban), hingga bulan Juli 2017, tagihan Pajak masih datang kepada korban, yang di lengkapi dengan lampiran dan data yang lengkap.

Atas Laporan Informasi ke Kejari Kota Binjai, sambung Topan, Perpajakan mendukung apa yang di lakukan Kejaksaan Negeri Binjai.

"Kita nunggu hasil lidik dari Kejari Binjai. Kita juga siap mendatangkan Korban apabila kasus ini sudah duduk," janji Topan.

Menyikapi hal itu, awak media mencoba konfirmasi ke Kejari Kota Binjai, yang beralamat di Jalan TA Hamzah, Kecamatan Binjai Utara.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Binjai, Viktor Antunius Saragih Sidabutar, saat di temui diruangannya, membenarkan adanya Laporan Informasi itu.

Dirinya juga mengakui, berdasarkan Laporan Informasi serta bukti yang di bawa oleh Topan RI, pihak Kejari Kota Binjai langsung bertindak guna menindaklanjuti Laporan Informasi itu.

"Langsung kita tindak lanjuti. Kami sudah melakukan pemanggilan kepada beberapa orang dari pihak Bank Mandiri Kota Binjai, namun mereka datang satu satu. Untuk itu, minggu depan kami akan panggil Lima orang sekaligus dari Pihak Bank Mandiri," ucap Kajari Kota Binjai.

Begitupun, kata Kajari, pihaknya tetap mengedepankan Azas Praduga tak bersalah.

"Kita tunggu hasilnya dalam sebulan ini. Saat ini sudah berjalan seminggu," tutupnya.[rgu]

Komentar Pembaca
Rocky Gerung - Pembangunan (Bag.5)

Rocky Gerung - Pembangunan (Bag.5)

KAMIS, 17 MEI 2018 , 20:00:00

Cawapres Prabowo Tunggu Sinyal Jokowi

Cawapres Prabowo Tunggu Sinyal Jokowi

KAMIS, 17 MEI 2018 , 15:00:00

Lobi Politik PDIP Percepat RUU Anti Terorisme